ꦧꦸꦢꦪ

Keroncong Sidoarjo Buka Ruang Ekonomi Kreatif

Penulis: Dicky Dea Editor: Ayn
×

Keroncong Sidoarjo Buka Ruang Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini
Dekesda Gelar Panggung Apresiasi ‘Hari Keroncong’
Example 468x60

Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Musik keroncong tak sekadar menjadi warisan budaya, tetapi juga memiliki potensi menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif. Ruang pertunjukan bagi seniman dapat berkembang menjadi peluang bagi pelaku UMKM, penyelenggara acara, kuliner, hingga produk kreatif dan fesyen.

Semangat tersebut dihadirkan Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) melalui panggung apresiasi bertajuk “Hari Keroncong – Awal Perjuangan dari Sidoarjo” di Sekretariat Dekesda, Jalan Erlangga, Kamis (1/10/2026) malam.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB itu terbuka untuk umum dan gratis. Lima grup keroncong lokal, di antaranya Riang Gembira dan OK. Embongan, tampil membawa musik tradisional kepada masyarakat.

Ketua Dekesda Sidoarjo Ribut Wijoto mengatakan panggung tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga eksistensi keroncong sekaligus mendekatkannya kepada generasi muda.

“Musik keroncong bukan sekadar irama musik masa lalu, melainkan bagian dari sejarah peradaban dan perjuangan bangsa yang lahir dari rahim seni Nusantara. Lewat panggung apresiasi malam ini, Dekesda ingin menegaskan bahwa Sidoarjo tetap konsisten menjadi benteng pertahanan kelestarian keroncong lokal. Kami mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir, menikmati harmoni ini bersama-sama, dan membuktikan bahwa musisi lokal kita seperti Riang Gembira dan OK. Embongan memiliki kualitas yang luar biasa dalam merawat warisan budaya nusantara,” ujar Ribut.

Seniman keroncong senior Sidoarjo Bambang Sugeng (56) menilai keberadaan panggung publik penting bagi regenerasi pemain dan penonton.

“Bagi kami para pelaku seni keroncong di Sidoarjo, panggung kemasyarakatan dari Dekesda ini seperti oase di tengah gempuran musik modern digital. Tantangan terbesar kami adalah regenerasi pendengar dan pemain. Adanya acara gratis di Jalan Erlangga malam ini memberikan kesempatan bagi grup seperti OK. Embongan untuk membuktikan kepada anak-anak muda bahwa alun irama keroncong itu sangat dinamis, indah, dan berkarakter. Kami berharap panggung apresiasi berkala seperti ini terus dijaga pemda agar eksistensi seniman tradisional di Kota Delta tidak mati suri,” pungkas Bambang.

Baca Juga  Menelusuri Jejak Peradaban Kuno, Atlantis, Mitos atau Memori Sejarah?

Keberlanjutan panggung budaya menjadi penting bagi ekonomi kreatif. Semakin banyak ruang tampil, semakin terbuka pula kesempatan membangun jejaring, promosi, dan aktivitas usaha pendukung.

Dengan demikian, keroncong tidak hanya dirawat sebagai warisan masa lalu, tetapi juga dapat tumbuh sebagai industri kreatif yang memiliki audiens dan peluang ekonomi baru

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Hipotesis kehancuran Atlantis melalui gempa, tsunami, dan kenaikan muka laut mendorong kajian lintas disiplin yang mempertemukan…

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Peneliti Dhani Irwanto mengembangkan pendekatan semiotik-linguistik untuk membaca kisah Atlantis sebagai rangkaian petunjuk geografis yang dapat…

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Sundaland pernah menjadi bentang daratan luas dengan air, tanah subur, mineral, gunung, dan laut yang mendukung…