Intisari Berita:
- PC Muslimat NU Sidoarjo kerahkan tim khusus dampingi pemulihan trauma anak-anak korban insiden keracunan program MBG.
- Ketua PC Muslimat NU Dra. Hj. Ainun Jariyah tegaskan pendampingan fokus agar siswa tidak takut mengonsumsi makanan sehat.
- Sekretaris Muslimat NU Sidoarjo siapkan asupan nutrisi alternatif higienis lewat dapur komunitas guna redakan kecemasan wali murid.
Sidoarjo, Jatimmandiri.id — Rentetan insiden kedaruratan sosial dan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo, khususnya kasus keracunan yang menimpa anak-anak peserta program Makan Bergizi Gratis (MBG), memicu respons cepat Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Sidoarjo. Organisasi kemasyarakatan perempuan keagamaan ini langsung menerjunkan tim khusus ke lapangan guna memberikan pendampingan intensif bagi anak-anak yang mengalami trauma psikologis imbas kepanikan massal tersebut.
Langkah intervensi yang dijalankan mengusung pendekatan holistik, memadukan pendampingan mental serta pengawasan mutu gizi. Upaya terintegrasi ini diprioritaskan agar para pelajar yang terdampak tidak terjerumus ke dalam rasa cemas berkepanjangan pascainsiden keracunan.
Fokus Pemulihan Mental: Anak Tidak Boleh Takut Makanan Sehat
Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo, Dra. Hj. Ainun Jariyah, mengungkapkan bahwa pihaknya terpanggil secara moral untuk turun tangan memberikan perlindungan langsung kepada para korban di garda terdepan. Kader-kader terlatih ditugaskan menyisir fasilitas kesehatan hingga posko pemulihan demi memulihkan kestabilan mental anak-anak.
Ainun menilai rentetan kasus ini harus dijadikan pelajaran kolektif bagi semua pemangku kebijakan untuk memperketat pengawasan higienitas pangan anak.
“Kejadian keracunan MBG ini menjadi alarm penting bagi kita semua untuk lebih waspada, sekaligus memotivasi kami untuk hadir memberikan trauma healing agar anak-anak tidak trauma terhadap makanan sehat,” tegas Ainun Jariyah di Sidoarjo.
Melalui metode pendampingan psikososial tersebut, kader Muslimat NU berusaha memutus rasa takut anak-anak terhadap menu makanan sekolah yang mereka konsumsi setiap hari.
Dukungan Dapur Komunitas dan Pendekatan Sentuhan Keibuan
Memperkuat penanganan psikis para korban, Sekretaris PC Muslimat NU Sidoarjo, Dra. Hj. Subchiyah Adimara, M.Pd., menekankan bahwa proses rehabilitasi trauma harus dibarengi dengan jaminan ketersediaan asupan makanan alternatif yang higienis serta aman.
Muslimat NU Sidoarjo menggerakkan potensi dapur komunitas serta menggalang koordinasi lintas sektor. Upaya ini memastikan anak-anak korban keracunan tidak hanya memperoleh konseling, tetapi juga mendapatkan pasokan makanan bergizi pengganti yang terverifikasi kebersihannya.
Pendekatan persuasif dengan sentuhan keibuan dinilai efektif meredakan gejolak ketakutan di tingkat keluarga, terutama mengikis keraguan para wali murid terhadap program pemenuhan gizi anak di sekolah.
Gerakan kemanusiaan yang diinisiasi PC Muslimat NU Sidoarjo ini diharapkan menjadi instrumen respons tanggap darurat yang efektif di daerah. Lewat intervensi yang humanis dan terpadu, para siswa korban keracunan diharapkan lekas pulih secara fisik maupun emosional, sehingga dapat kembali belajar di ruang kelas dengan aman dan tenang.












