Dalam Negeri

Kemendari Turun Tangan:Sampah Pamekasan Capai 280 Ton Sehari

Penulis: AyundaEditor: Ayunda
×

Kemendari Turun Tangan:Sampah Pamekasan Capai 280 Ton Sehari

Sebarkan artikel ini
Tumpukan sampah rumah tangga di sekitar pemukiman warga di pesisir Tlanakan, Kabupaten Pamekasan yang belum dikelola dengan baik.
Example 468x60

Pamekasan, Jatimmandiri.id –  Persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mendapat perhatian pemerintah pusat. Kemendagri memasukkan Pamekasan sebagai salah satu daerah sasaran Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP), program peningkatan layanan pengelolaan sampah yang dijalankan bersama Bank Dunia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Maddaremmeng mengatakan Pamekasan dipilih karena memiliki timbunan sampah cukup tinggi. Setiap hari, volume sampah di daerah tersebut mencapai sekitar 280 ton.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Namun, dari jumlah tersebut masih terdapat sekitar 107 ton sampah yang belum dikelola secara baik.

“Pamekasan menjadi sasaran pelaksanaan program ini karena termasuk kabupaten dengan timbunan sampah tinggi,” kata Maddaremmeng seusai pertemuan terkait program tersebut di Pendopo Agung Pemkab Pamekasan, Selasa.

Program LSDP menyasar daerah dengan persoalan pengelolaan sampah yang membutuhkan peningkatan layanan. Maddaremmeng menjelaskan, sesuai ketentuan, kabupaten/kota yang menjadi sasaran program memiliki volume timbunan sampah antara 100 hingga 150 ton per hari.

Dalam proses penentuan daerah penerima program, awalnya terdapat 65 daerah di Indonesia yang masuk dalam daftar sasaran kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Bank Dunia tersebut. Dari proses seleksi, Kemendagri kemudian menetapkan 30 kabupaten/kota untuk mengikuti program, termasuk Pamekasan.

“Selain karena Pamekasan memang masuk dalam prasyarat pokok yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan program ini, juga karena Pamekasan siap menjalan program tersebut,” kata Maddaremmeng.

Pelaksanaan LSDP nantinya tidak hanya berorientasi pada pengurangan timbunan sampah. Keberhasilan program akan dilihat dari sejumlah indikator, mulai dari terwujudnya regulasi nasional mengenai standar pengelolaan sampah yang dapat diterapkan, peningkatan anggaran pengelolaan sampah oleh pemerintah daerah, hingga bertambahnya jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan dan dikelola.

Indikator lainnya adalah berkurangnya sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Baca Juga  Pemkot Surabaya Raih Tiga Penghargaan Nasional dari Kemendagri dan Kemen PKP

Program LSDP dijadwalkan mulai dilaksanakan pada tahun anggaran 2027. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan pengelolaan sampah di daerah sekaligus mendorong pemerintah daerah meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggagalkan upaya penyelundupan ekspor emas ilegal seberat 25,88 kilogram…

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Pemerintah menyiapkan anggaran Rp883,4 miliar untuk program diskon transportasi Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027 yang ditargetkan…

Berita

SURABAYA, Jatim Mandiri BMKG mengingatkan masyarakat pesisir termasuk di wilayah Jatim mewaspadai potensi banjir rob pada 26–29 Oktober 2026. Ini…