Surabaya, Jatimmandiri.id- Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menyetorkan uang rampasan hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan perkara judi online senilai Rp9.051.209.000 ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Selasa (28/7/2026).
Penyetoran dilakukan setelah perkara atas nama terpidana Jaka Purnama berkekuatan hukum tetap (inkracht).
Kepala Kejari Surabaya, Tri Anggoro Mukti, mengatakan penyetoran tersebut merupakan pelaksanaan Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 200/Pid.Sus/2026/PN Sby tanggal 22 Juni 2026 yang menetapkan barang bukti berupa uang hasil kejahatan dirampas untuk negara.
“Setelah putusan berkekuatan hukum tetap, uang rampasan perkara TPPU kami setorkan ke kas negara sebagai PNBP sesuai amar putusan pengadilan,” ujar Tri.
Selain mengeksekusi barang bukti, Kejari Surabaya juga telah mengeksekusi terpidana Jaka Purnama ke lembaga pemasyarakatan untuk menjalani hukuman penjara selama 10 tahun.
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Jaka Purnama dengan pidana 11 tahun penjara. Namun, majelis hakim menjatuhkan vonis 10 tahun. Karena tidak ada upaya hukum banding dari jaksa maupun terpidana, putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap.
Tri menjelaskan, uang sebesar Rp9,05 miliar yang disetorkan merupakan sisa saldo rekening milik CV Global Teknologi Digital dan CV Wira Tekno Sechipta. Kedua perusahaan tersebut digunakan sebagai sarana untuk menampung dan menyamarkan hasil tindak pidana perjudian online.
Dalam perkara ini, Jaka Purnama terbukti mengelola situs judi online 188Bet dengan mendirikan sejumlah perusahaan fiktif sebagai kedok untuk menyamarkan aliran dana hasil perjudian.
Penyidik juga mengungkap adanya aliran dana sekitar Rp29 miliar yang ditransfer ke sejumlah rekening di Malaysia dan Filipina.
Selain itu, penyidik menemukan dugaan penggunaan dana hasil kejahatan untuk membeli beberapa unit apartemen di Batam, serta membiayai pembelian 300 lembar kulit ular dan 800 lembar kulit biawak. Namun, aset-aset tersebut belum disita karena masih dalam proses pengembangan penyidikan.
Kejari Surabaya menegaskan pengusutan terhadap jaringan judi online 188Bet belum berhenti. Penyidik masih terus menelusuri aset, aliran dana, serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.
Barang bukti yang telah disita dan disetorkan ke kas negara berasal dari ratusan rekening penampungan dengan nilai saldo yang bervariasi, mulai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.
Dalam pengembangan perkara, penyidik juga telah melimpahkan dua tersangka ke Kejaksaan Negeri Tanjung Perak. Keduanya diproses dalam perkara perjudian online, sedangkan perkara TPPU hingga saat ini baru menjerat Jaka Purnama. Sementara itu, penelusuran aset dan jaringan pelaku lainnya masih terus dilakukan.












