Pasuruan, Jatim Mandiri
Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono mengajak sekitar 800 pelajar dan tenaga pendidik bijak menggunakan kecerdasan buatan (AI), disiplin berlalu lintas, serta menjauhi narkoba dan perundungan. Pesan ini disampaikan dalam program Polri Peduli Pendidikan di SMKN 1 Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Senin (2/11).
Irawan menegaskan, teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran, bukan menggantikan peran guru. Pelajar juga diminta kritis karena informasi dari AI belum tentu benar. “Jadikan teknologi sebagai sarana pendukung belajar, bukan sebagai pengganti guru,” ujarnya.
Terkait keselamatan, ia mengingatkan pelajar tidak mengendarai kendaraan sebelum memenuhi persyaratan usia dan memiliki SIM. Meski Operasi Patuh memasuki minggu terakhir, kedisiplinan berlalu lintas harus tetap dijaga. “Keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan,” tegasnya.
Kapolres juga meminta pelajar menjauhi narkoba dan segera melaporkan penyalahgunaan maupun peredarannya melalui Call Center 110 atau guru Bimbingan Konseling (BK). “Jadikan lingkungan sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar, bukan tempat yang menimbulkan rasa takut bagi orang lain,” pesannya.
Ia menegaskan perundungan fisik, verbal, maupun melalui media sosial tidak boleh terjadi. Pelajar juga diajak saling menghormati, memperkuat keimanan, menghormati orang tua dan guru, serta memilih pergaulan positif.
Kegiatan diikuti siswa dari sejumlah lembaga pendidikan Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini. Kepala SMKN 1 Wonorejo H. Sobirin dan jajaran Polres Pasuruan turut hadir. (dul/ibn)












