Grobogan, Jatimmandiri.id – Kebakaran melanda sebuah kandang ayam berkapasitas 20 ribu ekor di Desa Penadaran, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Rabu pagi, 17 Juni 2026.
Akibat peristiwa tersebut, dua pemilik kandang mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar.
Kandang ayam yang terbakar diketahui milik Sali (59) warga Desa Penadaran, Kecamatan Gubug.
Bangunan kandang berukuran sekitar 10 x 60 meter itu terdiri dari dua lantai yang digunakan untuk usaha peternakan ayam.
Sedangkan lantai kedua digunakan oleh Tarso (34), warga Desa Penadaran, Kecamatan Gubug.
Kedua korban mengalami kerugian material yang cukup besar akibat kebakaran tersebut.
Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kapolsek Gubug AKP Anang Heriyanto mengatakan, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00 WIB.
Pihaknya menerima laporan dari warga dan langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal.
“Sebelum kebakaran membesar, terlihat titik api muncul dari bagian tengah kandang. Titik api tersebut berada di area tempat istirahat anak kandang yang terdapat kasur, kulkas, kipas angin, sound system serta instalasi colokan listrik,” beber Anang.
Melihat adanya kobaran api, para saksi yakni, Sanyoto (32) dan Gigih (33) kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Warga yang berdatangan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Karena bangunan kandang sebagian besar terbuat dari kayu jati, api dengan cepat membesar dan merembet ke seluruh bagian bangunan.
Kobaran api juga diperparah oleh material mudah terbakar yang berada di dalam kandang.
“Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi bersama warga akhirnya berhasil menjinakkan api sekitar pukul 07.10 WIB,” jelas Anang.
Setelah lebih dari satu jam proses pemadaman dilakukan, api berhasil dipastikan padam dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Selain bangunan kandang yang hangus terbakar, sejumlah peralatan di dalamnya juga rusak dan tidak dapat digunakan kembali.
Petugas kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa kabel listrik dan perangkat sound system yang ditemukan di lokasi kejadian.
Anang menjelaskan, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik yang terjadi di area tempat istirahat anak kandang.
“Kami telah melakukan pengecekan di lokasi, meminta keterangan saksi-saksi serta mengamankan barang bukti yang diperlukan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Anang.
Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik.
Kapolsek Gubug menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun demikian, kerugian material yang dialami para korban cukup besar sehingga diperlukan pendataan dan penanganan lebih lanjut.
Anang mengimbau kepada masyarakat, khususnya pemilik usaha peternakan dan bangunan usaha lainnya, agar secara rutin melakukan pengecekan instalasi listrik guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik dan sesuai standar. Jangan menggunakan sambungan listrik secara berlebihan serta segera perbaiki apabila ditemukan kabel yang rusak atau berpotensi menimbulkan korsleting. Kewaspadaan dan pengecekan rutin sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran,” pungkasnya.












