Ekbis

KAI: Stasiun Pasar Senen Jadi Stasiun Tersibuk Semester I 2026, Layani 3,84 Juta Penumpang

×

KAI: Stasiun Pasar Senen Jadi Stasiun Tersibuk Semester I 2026, Layani 3,84 Juta Penumpang

Sebarkan artikel ini
PT KAI mencatat Stasiun Pasar Senen menjadi stasiun dengan aktivitas penumpang tertinggi pada Semester I 2026. Total aktivitas penumpang di seluruh stasiun mencapai 59,7 juta. ant
Example 468x60

Jakata, Jatimmandiri.id- PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat Stasiun Pasar Senen, Jakarta, menjadi stasiun dengan aktivitas penumpang tertinggi selama Semester I 2026.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, stasiun tersebut melayani 3.849.606 aktivitas penumpang naik dan turun untuk layanan kereta api jarak jauh.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, secara keseluruhan terdapat 59.716.534 aktivitas penumpang naik dan turun di 232 stasiun kereta api jarak jauh maupun lokal di Pulau Jawa dan Sumatera selama Semester I 2026.

“Stasiun Pasar Senen menempati posisi tertinggi dengan 3.849.606 aktivitas, disusul Stasiun Gambir sebanyak 3.227.508 aktivitas dan Stasiun Yogyakarta sebanyak 3.217.240 aktivitas,” ujar Anne dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).

Selain tiga stasiun tersebut, sejumlah stasiun lain juga mencatat aktivitas penumpang yang tinggi, yakni:

Stasiun Semarang Tawang: 2.152.894 aktivitas
Stasiun Surabaya Gubeng: 1.904.845 aktivitas
Stasiun Purwokerto: 1.839.475 aktivitas
Stasiun Surabaya Pasarturi: 1.823.529 aktivitas
Stasiun Semarang Poncol: 1.740.518 aktivitas
Stasiun Solo Balapan: 1.706.290 aktivitas
Stasiun Bandung: 1.694.448 aktivitas

Anne menjelaskan, dari total hampir 59,72 juta aktivitas pelanggan, sebanyak 36.560.181 aktivitas atau sekitar 61,22 persen terjadi di 222 stasiun lainnya di luar 10 stasiun dengan volume penumpang terbesar.

Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan kereta api tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga tersebar di berbagai daerah.

“Sebaran ini memperlihatkan peran transportasi dalam memperluas kesempatan masyarakat,” kata Anne.

Ia menjelaskan, jutaan perjalanan tersebut dilakukan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari berangkat ke sekolah, kampus, tempat kerja, rumah sakit, pasar, pusat layanan publik, hingga destinasi wisata dan mengunjungi keluarga.

KAI juga mencatat pertumbuhan aktivitas penumpang di tiga stasiun yang mulai melayani naik dan turun penumpang sejak April 2026, yakni Stasiun Comal, Stasiun Plabuan, dan Stasiun Rajapolah.

Baca Juga  Prabowo Minta Renovasi Stasiun Gambir Dipercepat, KAI Kebut Penutupan Perlintasan Sebidang

Di Stasiun Comal, aktivitas penumpang meningkat dari 512 orang pada April menjadi 5.623 orang pada Mei dan 5.861 orang pada Juni. Selama tiga bulan pertama operasional, stasiun tersebut melayani 11.996 aktivitas penumpang, dengan kenaikan 4,23 persen pada Juni dibandingkan Mei.

Sementara itu, Stasiun Plabuan mencatat 23 aktivitas pada April, meningkat menjadi 375 aktivitas pada Mei dan 416 aktivitas pada Juni. Total aktivitas selama tiga bulan mencapai 814 penumpang, dengan kenaikan 10,93 persen pada Juni.

Adapun Stasiun Rajapolah menunjukkan pertumbuhan paling tinggi. Aktivitas penumpang meningkat dari 88 orang pada April, menjadi 154 orang pada Mei, lalu melonjak menjadi 286 orang pada Juni atau naik 85,71 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Total aktivitas selama April hingga Juni mencapai 528 penumpang.

Secara kumulatif, ketiga stasiun tersebut melayani 13.338 aktivitas penumpang dalam tiga bulan pertama, terdiri dari 623 aktivitas pada April, 6.152 aktivitas pada Mei, dan 6.563 aktivitas pada Juni.

“Perkembangan Comal, Plabuan, dan Rajapolah menunjukkan kebutuhan perjalanan mulai terlihat ketika pelayanan naik dan turun tersedia,” jelas Anne.

Menurutnya, data aktivitas penumpang di setiap stasiun menjadi indikator penting dalam melihat pola mobilitas masyarakat antardaerah sekaligus menjadi dasar pengembangan layanan transportasi ke depan.

Anne menambahkan, pemerataan akses transportasi yang terus dilakukan KAI sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

“Pemerataan transportasi pada akhirnya membuka pemerataan kesempatan. Ketika perjalanan semakin mudah direncanakan, masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk belajar, menjaga kesehatan, bekerja, berdagang, dan meningkatkan kualitas hidup,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Penyanyi Novia Bachmid dipastikan menjadi special guest dalam ajang Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang akan digelar pada 24–26 Juli…