Jatim

Kadin Jatim Cetak Tenaga Child Care Bersertifikat, Buka Peluang Karier bagi Generasi Muda

×

Kadin Jatim Cetak Tenaga Child Care Bersertifikat, Buka Peluang Karier bagi Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Kadin Jatim mencetak tenaga child care bersertifikat melalui pelatihan profesional untuk membuka peluang karier dan meningkatkan kualitas pengasuhan anak.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur bersama Kadin Institute mendorong profesi pengasuh anak atau child care menjadi pekerjaan profesional yang memiliki prospek karier menjanjikan.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan tenaga child care yang bekerja sama dengan Save the Children dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur. Peserta dipersiapkan menjadi tenaga pengasuh anak profesional yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai standar nasional.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pelatihan berlangsung di Kadin Institute Surabaya sejak Senin (27/7/2026) hingga Kamis (6/8/2026). Program ini menjadi bagian dari pengembangan konsep care economy atau ekonomi perawatan, sekaligus membuka peluang kerja baru di sektor pengasuhan.

Direktur Kadin Institute, Nurul Indah Susanti, mengatakan pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari pengembangan care economy. Konsep tersebut menempatkan pekerjaan pengasuhan sebagai profesi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus dibutuhkan masyarakat.

“Child care ini bekerja sama dengan Save the Children dan Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur. Tujuannya menindaklanjuti pengembangan care economy. Dulu pekerjaan seperti pengasuh bayi, pengasuh anak, maupun lansia sering dianggap sebagai pekerjaan sampingan. Padahal sekarang justru menjadi profesi baru yang sangat menjanjikan,” kata Nurul saat penutupan pelatihan di Surabaya, Jumat (6/8/2026).

Kadin Jatim Siapkan Instruktur Profesional

Nurul menjelaskan, sebelum pelatihan peserta dilaksanakan, Kadin Institute terlebih dahulu menyiapkan 20 instruktur. Mereka mendapatkan pembekalan kompetensi teknis pengasuhan anak serta metodologi pengajaran selama dua minggu.

Setelah itu, para instruktur menjalani magang selama satu minggu di tempat penitipan anak sebelum mengikuti uji kompetensi.

Instruktur yang dinyatakan kompeten kemudian diterjunkan untuk memberikan pelatihan kepada calon tenaga child care. Dengan pola tersebut, Kadin Institute berharap standar pelayanan pengasuhan anak dapat diterapkan secara lebih baik dan profesional.

Baca Juga  Kawendra Apresiasi Program Homecare Jember, Dinilai Selaras dengan Visi Presiden Prabowo

Menurut Nurul, kebutuhan tenaga pengasuh anak yang kompeten diperkirakan terus meningkat. Salah satunya seiring dengan berkembangnya kebijakan penyediaan fasilitas penitipan anak di kawasan industri.

“Harapannya profesi child care menjadi profesi baru bagi anak-anak muda. Pekerjaan ini sangat mulia dan sangat dibutuhkan. Di kawasan industri, misalnya, sekarang mulai didorong adanya tempat penitipan anak agar para pekerja, khususnya ibu yang memiliki balita, dapat bekerja dengan tenang karena anak-anak mereka mendapatkan pengasuhan yang baik,” jelasnya.

Materi Pelatihan Fokus pada Tumbuh Kembang Anak

Pelatihan tenaga child care tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan dasar mengasuh anak. Materi juga mencakup tumbuh kembang anak, kesehatan, pertolongan pertama, gizi, komunikasi, soft skill, hingga public speaking.

Nurul mengatakan, kualitas pengasuhan pada masa emas pertumbuhan anak menjadi salah satu perhatian utama dalam program tersebut.

Menurutnya, berbagai kasus kekerasan yang terjadi di tempat penitipan anak menjadi pembelajaran bahwa tenaga pengasuh harus memiliki kompetensi, empati, serta pemahaman terhadap perkembangan psikologis anak.

“Usia nol sampai enam tahun adalah usia emas. Semua yang dilihat, didengar, dan dirasakan anak akan membentuk perkembangan mereka di masa depan. Karena itu, pengasuh tidak cukup hanya mengandalkan naluri, tetapi harus dibekali ilmu, keterampilan, dan hati yang baik,” tegasnya.

Pelatihan Child Care Digelar di Lima Lokasi

Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto mengatakan program pelatihan tenaga child care tersebut akan diperluas ke lima lokasi di Jawa Timur.

Total peserta yang akan mengikuti program mencapai 150 orang. Pelaksanaan pertama berlangsung di Kadin Institute Surabaya dengan 30 peserta.

“Selanjutnya ada di Intersolusi Surabaya, Malang, Blitar, dan Ponorogo. Masing-masing 30 peserta sehingga total ada 150 peserta,” ujar Adik.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Gelar AIS 2025, 22 Perusahaan Terbaik Raih Penghargaan Investasi

Ia menjelaskan, peserta akan mendapatkan pelatihan intensif mengenai pengasuhan bayi dan anak, perawatan kesehatan, penyusunan menu bergizi, kebersihan, serta pendampingan tumbuh kembang anak.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta menjalani magang selama satu minggu sebelum mengikuti uji kompetensi.

“Setelah pelatihan dan magang, peserta mengikuti uji kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Pekerja Domestik Nusantara yang telah berlisensi BNSP. Setelah dinyatakan kompeten, mereka akan ditawarkan kepada daycare yang membutuhkan tenaga child care bersertifikat,” jelasnya.

Peserta: Ilmu Pengasuhan Tidak Cukup Mengandalkan Naluri

Salah satu peserta, Aura Puspa Devina, mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya, mengatakan pengalaman praktik menjadi bagian paling berkesan selama mengikuti pelatihan.

Menurutnya, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga berlatih secara langsung menangani anak.

“Yang paling membekas adalah praktik dan role play penanganan anak usia tiga sampai enam tahun. Kami juga belajar menyiapkan makanan bergizi sesuai kebutuhan anak dan praktik pertolongan pertama jika anak mengalami luka. Saya jadi sadar bahwa menjadi caregiver tidak cukup hanya dengan naluri, tetapi harus dibekali ilmu,” katanya.

Peserta lainnya, Lailatul Choiriyah, yang telah bekerja di salah satu daycare di Surabaya, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru melalui pelatihan tersebut.

“Saya sudah lama bekerja di daycare, tetapi ternyata masih banyak ilmu yang belum saya ketahui. Kami belajar gizi seimbang, penanganan anak tersedak, pertolongan pertama ketika anak jatuh, menjaga kebersihan daycare hingga cara merawat anak saat muntah atau buang air. Materinya sangat lengkap dan penyampaiannya tidak monoton,” ujarnya.

Lailatul berharap pelatihan serupa dapat terus digelar sehingga semakin banyak perempuan Indonesia memiliki kompetensi sebagai tenaga pengasuh anak profesional.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Buka Peluang Jagal Baru di RPH Tambak Osowilangun

Menurutnya, ilmu yang diperoleh dari pelatihan juga dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga, terutama dalam memberikan pengasuhan yang aman dan sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak.

Melalui program tersebut, Kadin Jawa Timur berharap profesi child care semakin mendapat pengakuan sebagai bagian penting dalam penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Selain meningkatkan kualitas layanan pengasuhan anak, program ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi muda yang memiliki minat dan kepedulian terhadap dunia pengasuhan anak.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *