MetropolitanPolitik

Jalin Sinergi untuk Umat, Pimpinan DPRD Surabaya Serap Aspirasi di Markas PCNU

×

Jalin Sinergi untuk Umat, Pimpinan DPRD Surabaya Serap Aspirasi di Markas PCNU

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Langkah konkret dalam menyerap aspirasi masyarakat terus digencarkan oleh jajaran legislatif Kota Surabaya. Menepis kesan formalitas, pimpinan DPRD Surabaya melakukan kunjungan silaturahmi yang hangat ke Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya di Jalan Bubutan Gang IV/2 pada Selasa, 19 Mei 2026.

​Rombongan wakil rakyat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, didampingi dua Wakil Ketua, Bahtiyar Rifai dan Laila Mufidah. Kehadiran mereka disambut hangat oleh jajaran pengurus PCNU Surabaya yang dikomandoi langsung oleh sang Ketua, KH Masduki Toha.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

 

​Pertemuan yang berlangsung gayeng dan penuh keterbukaan ini jauh dari sekadar agenda seremonial. Dialog mengalir dinamis saat jajaran pengurus NU menyampaikan berbagai denyut nadi persoalan warga Kota Pahlawan, mulai dari isu sosial, ekonomi, keamanan lingkungan, hingga usulan khusus terkait penghormatan tokoh-tokoh pendiri NU di Surabaya.

 

​Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menegaskan bahwa memperkuat jembatan komunikasi antara lembaga legislatif dan warga NU adalah sebuah keharusan. Ia memastikan pintu DPRD selalu terbuka lebar untuk menerima kritik, saran, maupun masukan konstruktif dari para kiai dan masyarakat.

 

​“Kami ini bagian dari keluarga besar NU. Kalau ada yang kurang, kami mohon diingatkan. DPRD adalah jembatan penyambung aspirasi rakyat, sehingga setiap masukan akan kami catat dan kami sampaikan kepada pemerintah kota,” ujar Syaifuddin.

 

​Salah satu poin menarik yang mencuat dalam pertemuan tersebut adalah usulan agar Surabaya mengabadikan nama salah satu tokoh pendiri NU sebagai nama jalan baru.

 

Usulan ini dinilai sebagai bentuk simplifikasi penghormatan atas jasa besar para ulama yang tidak hanya membangun bangsa, tetapi juga konsisten menjaga nilai kebangsaan di Surabaya.

Baca Juga  Viral Video Suroboyo Bus Ugal-ugalan, DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total

 

​Merespons hal tersebut, Syaifuddin memastikan pihak legislatif siap mengawal dan membawa usulan tersebut ke meja pembahasan bersama Pemkot Surabaya. Kendati demikian, ia mengingatkan adanya mekanisme regulasi yang harus dilalui.

 

​“Usulan itu kami catat. Nanti akan kami komunikasikan dan bahas bersama pemkot sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu kita,” katanya.

 

​Ia menjabarkan bahwa setiap usulan masyarakat nantinya wajib melewati tahapan kajian dan asesmen mendalam oleh pemkot selaku eksekutor kebijakan, sementara DPRD akan berdiri di lini fungsi pengawasan.

 

​Di sisi lain, Ketua PCNU Surabaya KH Masduki Toha menitikberatkan pentingnya kerja sama triumvirat—ulama, legislatif, dan pemerintah kota—dalam meretas berbagai persoalan di akar rumput.

 

Terlebih, PCNU Surabaya selama ini aktif bergerak di masyarakat melalui ratusan kader dan lembaga sektoralnya.

 

​Kiai Masduki berharap pembangunan Surabaya tidak melulu terjebak pada modernisasi fisik, melainkan juga harus menyentuh aspek fundamental seperti kesejahteraan umat, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi kerakyatan.

 

​“Kami berharap ada kolaborasi nyata antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat. Aspirasi para kiai serta warga harus diperjuangkan demi kemaslahatan bersama,” tegas Masduki.

 

​Silaturahmi ini menjadi sinyal positif bahwa hubungan antara parlemen kota dan organisasi keagamaan di Surabaya terbangun secara organik demi kepentingan publik, bukan sekadar komoditas momentum politik sesaat. (bin)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *