Teknologi

ITSEC Asia Dukung Talenta Siber Muda Indonesia, Pelajar 14 Tahun Asal Subang Jadi Sorotan

×

ITSEC Asia Dukung Talenta Siber Muda Indonesia, Pelajar 14 Tahun Asal Subang Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Pada kesempatan yang sama, ITSEC Asia turut memperkenalkan pengembangan solusi keamanan berbasis kecerdasan buatan atau AI guna memperkuat sistem pertahanan digital yang lebih adaptif dan otonom.
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.idPT ITSEC Asia Tbk menegaskan komitmennya dalam mempercepat pengembangan talenta keamanan siber di Indonesia dengan memberikan dukungan langsung kepada pelajar berusia 14 tahun asal Subang, Firoos Ghathfaan Ramadhan.

Firoos menjadi perhatian publik setelah berhasil menemukan kerentanan keamanan pada platform digital berskala global.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Prestasi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam melahirkan talenta keamanan siber yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Di tengah meningkatnya ancaman siber dan kebutuhan industri digital yang terus berkembang, ITSEC Asia menilai dukungan terhadap generasi muda menjadi langkah penting dalam membangun ketahanan digital nasional.

Sebagai bagian dari Cyber Talent Indonesia Scholarship Program, ITSEC Asia memberikan dukungan perangkat kerja guna menunjang aktivitas riset serta pengembangan kemampuan teknis Firoos.

Langkah tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas pencapaian Firoos, tetapi juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam mencetak lebih banyak talenta siber unggulan di Indonesia.

President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan tantangan utama dalam dunia keamanan siber saat ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia.

“Kita sering berbicara soal ancaman siber, tetapi jarang membahas kesiapan talenta. Faktanya, talenta muda Indonesia sudah mampu bersaing di level global. Yang belum dibangun secara serius adalah ekosistem yang mendukung mereka untuk terus berkembang,” ujar Patrick.

Komitmen tersebut juga diperkuat melalui anak perusahaan ITSEC Asia, ITSEC Cyber & AI Academy, yang berfokus menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan talenta keamanan siber nasional.

Melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan, ITSEC Cyber & AI Academy berupaya membangun fondasi ekosistem keamanan siber yang lebih kuat, adaptif, dan berkelanjutan di Indonesia.

Baca Juga  Kemnaker dan IJTI Perkuat Kompetensi Jurnalis Muda Hadapi Era AI dan Transformasi Digital

Pada kesempatan yang sama, ITSEC Asia turut memperkenalkan pengembangan solusi keamanan berbasis kecerdasan buatan atau AI guna memperkuat sistem pertahanan digital yang lebih adaptif dan otonom.

Perusahaan juga menghadirkan pengembangan IntelliBroń Aman versi Enterprise dan School yang dirancang untuk mendukung perlindungan digital di sektor bisnis maupun pendidikan melalui sistem keamanan yang lebih terpusat dan fleksibel.

Saat ini, solusi IntelliBroń Aman tercatat telah diunduh lebih dari 200 ribu kali dan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan solusi keamanan digital yang relevan dengan kebutuhan berbagai sektor di Indonesia.

Bagi ITSEC Asia, pengembangan teknologi dan penguatan talenta merupakan dua elemen yang harus berjalan beriringan dalam membangun ketahanan digital nasional.

Patrick Dannacher berharap semakin banyak generasi muda Indonesia mendapatkan ruang untuk berkembang, berinovasi, dan berkontribusi dalam memperkuat keamanan siber nasional di era digital.

“Kami percaya masa depan keamanan siber dan AI Indonesia akan sangat ditentukan oleh talenta-talenta muda hari ini,” tutupnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *