Jakarta, Jatimmandiri.id – Pendiri sekaligus Executive Chairman Tony Blair Institute for Global Change, Tony Blair, menuntaskan kunjungan kerja dua harinya di Indonesia, Senin-Selasa (6-7/7/2026), dengan agenda utama membahas percepatan transformasi digital lewat kecerdasan buatan (AI).
Blair bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto beserta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto. Fokus pembahasan adalah bagaimana AI bisa mempercepat transformasi digital pemerintahan dan layanan publik.
Dalam keterangan tertulis yang dirilis Rabu (8/7/2026), Blair menilai skala ekonomi dan populasi muda jadi modal besar bagi Indonesia untuk menjadikan revolusi AI sebagai mesin penggerak tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Ia menyoroti generasi muda yang tumbuh di era digital kini menuntut layanan publik secepat dan semudah layanan digital yang mereka pakai sehari-hari, sesuatu yang menurutnya harus jadi standar baru pelayanan negara.
Blair menyebut program uji coba perlindungan sosial berbasis teknologi di Indonesia sudah menunjukkan capaian yang menjanjikan. Ia mendorong desain ulang layanan publik agar lebih cepat, responsif, dan berpusat pada masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan AI berpotensi membantu Indonesia mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen sekaligus mempercepat peningkatan kualitas layanan publik. Kunjungan ini merupakan bagian dari lawatan Blair ke kawasan Asia-Pasifik, yang berlanjut ke Vietnam dan Filipina.












