Jatim

Inovasi Pemkot Malang, Olah Plastik Bekas Jadi Solar

×

Inovasi Pemkot Malang, Olah Plastik Bekas Jadi Solar

Sebarkan artikel ini
ilustrasi pengolahan sampah plastik menjadi BBM.
Example 468x60

Malang, Jatimmandiri.id –  Pemerintah Kota Malang mengembangkan inovasi pengolahan sampah anorganik menjadi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Melalui teknologi daur ulang, sampah plastik dan styrofoam yang selama ini menjadi persoalan lingkungan kini diolah menjadi energi alternatif sekaligus untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, mengatakan proses pengolahan tersebut telah berjalan sejak 2026 dan dalam satu hingga dua bulan terakhir menunjukkan hasil yang positif.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Kalau dulu kan ada istilah pembatasan plastik, tapi hari ini plastik dan styrofoam di Kota Malang sudah kami olah menjadi solar, sudah berproses 2026, sekitar 1 sampai 2 bulan ini,” kata Gamaliel di Kota Malang, Rabu (29/07).

Program ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Malang untuk menekan timbulan sampah yang masuk ke TPA Supit Urang maupun fasilitas pengolahan lainnya. Saat ini, volume sampah harian di Kota Malang mencapai sekitar 860 ton, dengan sekitar 40 persen di antaranya merupakan sampah anorganik yang berpotensi didaur ulang menjadi produk bernilai tambah. Ia menjelaskan proses produksi BBM dari plastik dan styroafoam masih belum dilaksanakan setiap hari karena harus menyesuaikan ketersediaan bahan baku.

Raymond menyebut satu kali produksi membutuhkan setidak 200 kilogram plastik maupun styrofoam, mekanisme produksi memaksimalkan empat unit mesin disel pemroses dengan kapasitas 50 kilogram per alat. Tambahnya, dalam sekali produksi bahan bakar yang dihasilkan mencapai 120 -130 liter.

“Tapi kan prosesnya tidak bisa dilakukan setiap hari, jadi dalam satu minggu rata-rata dua kali melakukan pengolahan,” lanjutnya seperti dikutip dari Antara.

Raymond menyebut BBM dari hasil daur ulang sampah pemanfaatannya untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar bagi empat mesin pengolahan yang digunakan hingga digunakan menunjang operasional truk pengangkut.

Baca Juga  Pemkab Jember Resmikan 50 Mobil Homecare, Dokter dan Perawat Datangi Rumah Warga

“Kendaraan yang biasanya kerjanya pagi sampai jam sore, rata-rata satu sampai dua jam sudah kehabisan solar, sehingga kami manfaatkan ini sebagai tambahan meskipun tidak semua truk melainkan baru satu dua unit truk,” tuturnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *