Surabaya, Jatimmandiri.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa Persebaya merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas Kota Surabaya.
Hal tersebut disampaikannya bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-99 Persebaya yang mengusung semangat “Persebaya untuk Semua”.
Sehari sebelumnya, Rabu (17/6/2026), Wali Kota Eri menerima jajaran manajemen Persebaya di ruang kerjanya.
Dalam pertemuan tersebut, ia kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk terus mendukung klub kebanggaan masyarakat tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi yang telah terjalin.
“Saya ingin meninggalkan warisan bahwa siapa pun yang menjadi Wali Kota Surabaya harus dekat dengan Persebaya. Klub ini sudah menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan warga,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkot Surabaya memberikan sejumlah kado istimewa pada HUT ke-99 Persebaya.
Di antaranya pembangunan tiga mural perjalanan sejarah klub di kawasan Jalan Mayjen Yono Suwoyo, tepatnya di depan Fairway Nine Mall (eks Lenmarc Mall). Selain itu, revitalisasi Lapangan Karanggayam dan Mes Persebaya di belakang Stadion Gelora 10 November juga telah rampung.
Menurut Eri, pembangunan tersebut dilakukan melalui kolaborasi bersama Persebaya dan insan sepak bola Surabaya, sekaligus untuk mendukung pembinaan generasi muda.
Rangkaian peringatan HUT ke-99 Persebaya diawali dengan ziarah ke TPU Karang Tembok untuk mengenang pendiri klub, M. Pamoedji.
Kegiatan kemudian dilanjutkan di Stadion Gelora 10 November dengan berbagai agenda, mulai dari ramah tamah bersama Bonek dan Bonita, pemberian penghargaan kepada pengguna aplikasi Persebaya Selamanya, doa lintas agama, pemotongan tumpeng, hingga Difabel Football Clinic bersama Persebaya Academy.
Direktur Persebaya, Candra Wahyudi, menyampaikan bahwa memasuki usia ke-99, klub terus memperkuat nilai kebersamaan melalui kampanye “Persebaya untuk Semua”.
“Semangat ini bukan hal baru, melainkan nilai yang selama ini kami jalankan. Persebaya harus menjadi rumah bagi semua kalangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program inklusif, termasuk memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk menikmati pertandingan secara nyaman.
Selain itu, Persebaya juga aktif mendorong kegiatan komunitas suporter untuk mempererat persaudaraan antar Bonek dan Bonita, sekaligus membangun hubungan harmonis dengan suporter klub lain.
Persebaya meyakini rivalitas hanya berlangsung di dalam lapangan, sementara di luar itu harus tetap menjunjung persaudaraan.
Semangat tersebut juga diwujudkan melalui ajang Green Force Run yang akan digelar pada 28 Juni 2026, sebagai wadah olahraga sekaligus mempererat kebersamaan suporter dari berbagai daerah.
Dalam momentum ini, manajemen juga menyampaikan apresiasi kepada Bonek dan Bonita atas dukungan yang terus diberikan.
“Dukungan mereka menjadi kekuatan utama bagi Persebaya untuk terus berkembang,” kata Candra.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para mitra dan sponsor yang turut berperan dalam perjalanan klub menuju pengelolaan yang lebih profesional.
Menatap musim baru, manajemen Persebaya menegaskan komitmennya untuk meningkatkan prestasi dengan membangun skuad terbaik sesuai kebutuhan tim di bawah arahan pelatih Bernardo Tavares.
Dalam perayaan tersebut, Persebaya juga memberikan penghargaan kepada pengguna aktif aplikasi Persebaya Selamanya.
Untuk kategori Tebak Skor diraih Fa’at Misuto, Emmanuel Dede, dan Muh. Rizal Alfaruq. Sedangkan kategori Tebak Line Up dimenangkan Edy Purwantoko, Bagus Susilo, dan Wahyu Aji Pamungkas.
Di akhir acara, Candra turut menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Surabaya dan jajaran Pemkot atas dukungan yang konsisten terhadap Persebaya, baik dalam menjaga sejarah klub maupun mendukung pembinaan sepak bola di Kota Surabaya.












