Headline

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia pada Usia 73 Tahun

Penulis: RedaksiEditor: Eko Yudiono
×

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia pada Usia 73 Tahun

Sebarkan artikel ini
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun. Anggota DPRD Surabaya Budi Leksono turut menyampaikan doa dan belasungkawa.
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id-Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra atau dikenal sebagai Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno, meninggal dunia pada Sabtu pagi pukul 04.16 WIB. Guruh mengembuskan napas terakhir dalam usia 73 tahun.

Kabar duka tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Guruh meninggal dunia di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospital Semanggi, Jakarta.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Melalui pesan yang diterima di Jakarta, Sabtu, Hasto menyampaikan kabar berpulangnya Guruh Soekarnoputra sekaligus mengajak masyarakat mendoakan almarhum.

“Telah berpulang ke Rahmatullah, Almarhum Bapak Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra Bin Soekarno pada usia 73 tahun,” kata Hasto.

Hasto mengatakan, jenazah Guruh Soekarnoputra akan disemayamkan di rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Jakarta.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas segala kesalahan dan kekhilafan yang mungkin dilakukan almarhum semasa hidup.

Keluarga besar PDI Perjuangan, lanjut Hasto, merasa kehilangan sosok Guruh Soekarnoputra. Ia dikenang sebagai seniman besar, sosok Marhaenis, sekaligus pejuang partai.

“Keluarga besar PDI Perjuangan sungguh kehilangan Mas Guruh Soekarnoputra. Beliau dikenang sebagai seniman besar, sosok Marhaenis, dan pejuang partai. Kami berikan penghormatan terbaik bagi almarhum dengan protokol partai,” ujar Hasto.

Sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Guruh Soekarnoputra, DPP PDI Perjuangan menginstruksikan seluruh jajaran partai, mulai dari DPP, DPD, DPC, PAC, ranting hingga anak ranting, untuk mengibarkan bendera PDI Perjuangan setengah tiang selama tujuh hari.

Budi Leksono Sampaikan Duka Mendalam

Kabar meninggalnya Guruh Soekarnoputra juga mendapat perhatian dari kader PDI Perjuangan di Surabaya. Anggota DPRD Kota Surabaya dari PDI Perjuangan, Budi Leksono, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya putra bungsu Presiden Soekarno tersebut.

Budi mendoakan agar seluruh amal ibadah Guruh Soekarnoputra diterima oleh Allah SWT serta segala dosa dan kekhilafannya mendapatkan ampunan.

Baca Juga  Komjen Pol Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Siang Ini

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Mohammad Guruh Soekarnoputra,” ujar Budi Leksono.

Ia juga mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan dan menerangi alam kuburnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” lanjutnya.

Budi turut menyampaikan doa untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kepergian Guruh Soekarnoputra.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan. Selamat jalan Bapak,” ucap Budi.

Ia menutup ucapan dukanya dengan doa, “Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.”

Sosok Guruh Soekarnoputra

Guruh Soekarnoputra dikenal sebagai seniman sekaligus politikus Indonesia. Ia pernah menjadi anggota DPR RI pada periode 1992–1997.

Guruh lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953. Ia merupakan putra bungsu Presiden Soekarno dan Fatmawati serta saudara dari Megawati Soekarnoputri yang kemudian menjadi Presiden Kelima Republik Indonesia.

Di dunia seni, Guruh telah mengenal tari dan musik sejak usia dini. Bakat tersebut kemudian berkembang hingga ia mendirikan sejumlah kelompok kesenian dan musik, di antaranya Indonesia Gencar Semarak Perkasa (GSP) Production dan Swara Mahardhika.

Guruh juga pernah terlibat dalam grup musik Guruh Gipsy dan Gank Pegangsaan bersama sejumlah musisi, termasuk Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye.

Salah satu karya cipta Guruh yang dikenal luas adalah lagu “Kala Sang Surya Tenggelam”, yang kemudian dipopulerkan oleh penyanyi Chrisye.

Selain berkarya di bidang seni, Guruh juga aktif dalam dunia politik dan menjadi salah satu tokoh yang memiliki perjalanan panjang di lingkungan PDI Perjuangan.

Baca Juga  Usul Anggaran Rp15,84 Miliar, DPRD Surabaya Dorong Insentif bagi 6.600 Tukang Sampah

Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan duka bagi keluarga, kolega, dunia seni, serta keluarga besar PDI Perjuangan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *