Situbondo, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kabupaten Situbondo masih membutuhkan tambahan 461 guru untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di jenjang TK, SD, dan SMP. Kondisi tersebut terjadi meski seluruh guru di Situbondo kini telah berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), baik sebagai PNS, PPPK maupun PPPK Paruh Waktu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo Sopan Efendi mengatakan, berdasarkan data per Agustus 2026, jumlah guru yang tersedia mencapai 4.432 orang. Sementara kebutuhan ideal tenaga pendidik di seluruh jenjang mencapai 4.925 orang.
“Jumlah guru di Situbondo per Agustus 2026 sebanyak 4.432 orang, sementara kebutuhannya 4.925 orang, jadi masih belum ideal,” kata Sopan di Situbondo, Rabu (2/9).
Kekurangan tersebut membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan belum bisa melakukan distribusi guru secara proporsional ke seluruh sekolah. Sejumlah mata pelajaran masih mengalami kekurangan tenaga pendidik, sehingga pemenuhan kebutuhan guru menjadi salah satu pekerjaan yang harus segera diselesaikan.
Kondisi paling mencolok terjadi pada guru pendidikan agama Islam (PAI). Dari kebutuhan sebanyak 427 guru, saat ini baru tersedia 230 orang. Artinya, masih terdapat kekurangan 197 guru PAI.
Kekurangan juga terjadi pada guru olahraga. Kebutuhan mencapai 425 orang, sedangkan jumlah guru yang tersedia baru 285 orang. Dengan kondisi tersebut, penambahan tenaga pendidik dinilai penting agar kebutuhan setiap sekolah dapat terpenuhi secara lebih merata.
Di sisi lain, komposisi guru di Situbondo menunjukkan jumlah tenaga pendidik PPPK dan PPPK Paruh Waktu kini lebih besar dibandingkan PNS. Dari total 4.432 guru, sebanyak 1.937 orang berstatus PNS, 1.523 PPPK, dan 972 PPPK Paruh Waktu. Jika digabung, guru PPPK dan PPPK Paruh Waktu mencapai 2.495 orang.
Sopan menegaskan, Situbondo saat ini sudah tidak memiliki guru berstatus sukarelawan maupun honorer. Seluruh guru telah masuk dalam status ASN melalui tiga skema kepegawaian tersebut.
Untuk memenuhi kekurangan tenaga pendidik, Sopan berharap pemerintah pusat kembali membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), khususnya untuk formasi guru. Penambahan melalui rekrutmen tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah memenuhi kebutuhan sekaligus memperbaiki distribusi guru antarsekolah.
“Semoga ada rekrutmen CPNS oleh pemerintah pusat karena harapan kami hanya itu, untuk menambah jumlah guru,” tutur Sopan.












