Ambon, Jatim Mandiri – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meminta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) memperluas investasi dan penciptaan lapangan kerja. Dorongan itu disampaikan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, dengan melibatkan dunia usaha dalam mengembangkan potensi dan memperkuat kegiatan ekonomi di Maluku.
Hendrik menyampaikan permintaan tersebut dalam pengukuhan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Maluku periode 2025-2030 di Ambon, Jumat malam, 24/10. Ia meminta kepengurusan baru organisasi pengusaha itu memperkuat hubungan dengan pemerintah serta mendorong iklim investasi yang sehat dan produktif.
“Kami mendorong kepengurusan baru APINDO untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan dunia usaha, sekaligus mendorong iklim investasi yang sehat dan produktif,” kata Hendrik. Ia berharap pengusaha mengembangkan potensi kelautan, perikanan, pertanian, dan pariwisata yang menjadi keunggulan Maluku.
Menurut Hendrik, pengembangan ekonomi daerah memerlukan keterlibatan pengusaha dalam membuka lapangan kerja dan memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Peran dunia usaha juga diharapkan mendukung industri pengolahan serta memperluas pasar produk unggulan daerah.
“Maluku bukan hanya wilayah yang kaya akan sumber daya, tetapi juga merupakan daerah yang memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai pusat kegiatan ekonomi berbasis kelautan, perikanan, pertanian, pariwisata, dan berbagai sektor produktif lainnya,” ujar Hendrik.
Ia meminta APINDO menyusun program kerja terukur, memperkuat konsolidasi organisasi, dan membangun kemitraan dengan pemerintah daerah. Hendrik juga mengharapkan pengusaha menjalankan usaha dengan mematuhi hukum, menghormati hak pekerja, serta memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Kami berharap investasi yang masuk ke Maluku mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan menyerap tenaga kerja lokal,” tuturnya. Harapan tersebut menempatkan manfaat investasi bagi perekonomian dan pekerja lokal sebagai bagian dari dorongan pemerintah kepada dunia usaha.
Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani menilai Maluku berpeluang meningkatkan pertumbuhan melalui sektor kelautan, perikanan, pertanian, dan pariwisata. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Maluku tercatat 4,56 persen dan masih dapat ditingkatkan dengan mengoptimalkan sumber daya alam serta memperkuat industri pengolahan.
Shinta mendorong pengembangan ekonomi biru, terutama hilirisasi perikanan dan rumput laut. Komoditas kelapa, cengkih, pala, dan kakao juga dinilai perlu didukung pengolahan yang menghasilkan nilai tambah. Selain itu, ia melihat peluang pada kopi lokal, termasuk Kopi Tuni, serta destinasi wisata bahari.
“Jangan hanya bicara-bicara. Kita perlu menjalankan program yang bisa berdampak,” ujar Shinta. Ia meminta APINDO Maluku memperluas keanggotaan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan mengawal kebijakan yang mendukung dunia usaha. Penciptaan kerja produktif, keterampilan tenaga kerja, serta hubungan industrial yang sehat turut menjadi perhatian.
Shinta berharap kepengurusan APINDO Maluku di bawah Robert Tanamal memperkuat peran organisasi dalam mendorong pertumbuhan usaha dan kesejahteraan masyarakat. Kerja sama pemerintah, pengusaha, dan pekerja dinilai diperlukan untuk mengoptimalkan potensi daerah dan menghadapi persaingan investasi. Robert terpilih sebagai Ketua DPP APINDO Maluku periode 2025-2030.












