Intisari Berita:
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto meninjau Posko Terpadu Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Terminal Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak.
Pemprov Jatim menginstruksikan Dishub Jatim bersinergi intensif bersama puluhan unsur gabungan (TNI AL, Basarnas, Polairud, KSOP, hingga relawan) untuk mempercepat evakuasi dan pendataan.
Gubernur Khofifah menegaskan keselamatan jiwa sebagai prioritas utama serta mengimbau masyarakat untuk mendoakan para korban dan menapis informasi resmi agar tidak memicu kegaduhan.
Surabaya, Jatimmandiri id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto menyampaikan rasa prihatin dan duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura.
Pernyataan belasungkawa tersebut disampaikan Khofifah saat turun langsung memantau kesiapan pelayanan medis dan pendataan korban di Posko Penanganan Terpadu Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (3/8/2026).
KMP Mutiara Sentosa II merupakan kapal jenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) sepanjang 160 meter milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP). Kapal tersebut melayani rute pelayaran reguler Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. Kapal mengalami insiden kebakaran di perairan utara Sumenep pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam atas musibah ini. Doa kami menyertai seluruh penumpang, awak kapal, serta keluarga yang tengah menanti kabar orang-orang tercinta. Semoga seluruh proses evakuasi diberikan kelancaran dan keselamatan,” tutur Gubernur Khofifah.
Instruksikan Layanan Kesehatan Maksimal dan Sinergi Lintas Unsur
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jatim telah menginstruksikan Dinas Perhubungan Jatim untuk terus mengawal koordinasi lintas instansi secara real-time. Seluruh fasilitas kesehatan pendukung dan bantuan kemanusiaan telah disiagakan untuk merawat penyintas.
Proses penanganan darurat ini menggerakkan aksi terpadu dari puluhan lembaga, meliputi:
-
Unsur SAR & Militer: Basarnas, Koarmada II TNI AL, Kodim 0827/Sumenep, KPLP, dan Polairud.
-
Jajaran Kepolisian & Medis: Polda Jatim, DVI, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, KKP Surabaya, BBKK Surabaya, Jasa Raharja, hingga BPBD Jatim, Surabaya, dan Sumenep.
-
Armada Penolong: Pengerahan KRI Nala, KN SAR Permadi, KM Mutiara Ferindo I, KM Meratus Pematang Siantar, Selaras Mas, hingga armada kapal nelayan lokal Ambunten.
“Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan seluruh dukungan yang menjadi kewenangan Pemprov Jatim dapat diberikan secara maksimal. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama,” tegas Khofifah.
Minta Masyarakat Tak Menyebar Spekulasi Informasi Unverified
Di akhir pernyataannya, Gubernur Khofifah meminta publik dan warganet untuk bijak dalam mengonsumsi berita di media sosial serta menahan diri dari menyebarkan narasi atau spekulasi yang belum terverifikasi oleh posko resmi.
Langkah ini penting guna menjaga ketenangan dan psikologis para keluarga korban yang tengah menunggu kepastian kabar dari posko terpadu.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar seluruh penumpang dan awak kapal dapat diselamatkan. Mari kita tunggu informasi resmi dari instansi berwenang agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat,” pungkasnya.












