Jateng

Grobogan Percepat Smart Farming untuk Jaga Produksi Pangan Saat El Nino Mengancam

×

Grobogan Percepat Smart Farming untuk Jaga Produksi Pangan Saat El Nino Mengancam

Sebarkan artikel ini
Pembukaan Smart Farming
Example 468x60

Grobogan,Jatimmandiri.id, – Pemerintah Kabupaten Grobogan mulai memperkuat strategi menghadapi potensi gangguan produksi pangan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan muncul pada musim tanam terakhir tahun 2026. Salah satu langkah yang disiapkan adalah percepatan penerapan Smart Farming guna membantu petani menjaga produktivitas di tengah ancaman cuaca ekstrem dan risiko kekeringan.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Grobogan Setyo Hadi saat membuka Grobogan Agro Expo (GAE) VIII Tahun 2026 pada Rabu (3/6/2026). Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian menjadi kebutuhan mendesak agar hasil produksi tetap terjaga meskipun kondisi iklim tidak menentu.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Melalui Smart Farming dengan fokus mendorong pemanfaatan teknologi diharapkan dapat menjaga produktivitas pertanian,” ujar Setyo Hadi.

Langkah antisipasi ini diambil karena sektor pertanian Grobogan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain perubahan iklim yang berpotensi mengganggu pola tanam, petani juga dihadapkan pada fluktuasi harga komoditas serta keterbatasan berbagai sumber daya pendukung produksi.

Setyo Hadi menilai peningkatan produktivitas tidak cukup hanya mengandalkan metode konvensional. Menurutnya, diperlukan perubahan pola pikir sekaligus perubahan cara kerja dalam mengelola usaha pertanian agar lebih efisien dan mampu beradaptasi terhadap perkembangan zaman.

Pemerintah daerah juga belajar dari pengalaman tahun sebelumnya ketika sebagian wilayah mengalami penurunan hasil panen akibat munculnya bulir padi hampa. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi pemerintah untuk memperkuat upaya mitigasi menghadapi potensi dampak El Nino yang diperkirakan terjadi pada akhir musim tanam tahun ini.

“Semoga El Nino terjadi tidak terlalu lama,” katanya.

Selain mendorong penerapan teknologi pertanian modern, Pemkab Grobogan telah menyiapkan program pompanisasi sebagai langkah menjaga ketersediaan air saat musim kemarau. Program ini difokuskan bagi petani yang memiliki lahan di sekitar aliran sungai.

Baca Juga  Jateng Panen Penghargaan Pendidikan 2026, Buah Kerja Keras Sepanjang 2025

Melalui skema tersebut, air sungai akan dialirkan menuju area persawahan menggunakan jaringan irigasi teknis sehingga kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi ketika curah hujan menurun.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Kukuh Prasetyo Rusady, menjelaskan bahwa Grobogan Agro Expo VIII Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi sektor pertanian daerah, tetapi juga sarana untuk mempercepat modernisasi pertanian sekaligus memperkuat kapasitas petani.

Pameran yang berlangsung pada 3 hingga 7 Juni 2026 tersebut menghadirkan 47 stan teknologi pertanian. Selain itu, tersedia 23 demplot yang menampilkan berbagai varietas unggul dan teknologi budidaya modern. Berbagai inovasi tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *