BeritaDalam NegeriGaya Hidup

Gerak Ledang Pukau WACI

×

Gerak Ledang Pukau WACI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jember, Jatimmandiri.id – Hari kedua Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 semakin semarak dengan penampilan peserta World Art and Culture Carnival (WACI) dari berbagai daerah di Indonesia, Sabtu (25/7/2026).

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian ribuan penonton berasal dari kontingen Balikpapan, Kalimantan Timur. Mereka membawakan tarian sakral Gerak Ledang khas Suku Dayak.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pantauan Jatimmandiri.id di lokasi, sejak siang ribuan penonton memadati lintasan karnaval. Sorak dan tepuk tangan menggema saat kontingen Kalimantan Timur melintas.

Kostum adat Dayak dengan hiasan bulu enggang, ornamen etnik, serta gerakan tari yang sarat makna menjadi daya tarik sepanjang rute WACI.

Ketua Umum Komando Pemersatu Adat Se-Kalimantan (Kopaskal), Adi Saputra, mengatakan pihaknya membawa sekitar 40 penampil untuk mempersembahkan Gerak Ledang.

“Kami di WACI ini membawakan Gerak Ledang, tarian yang berasal dari ritual adat Suku Dayak. Jumlah talent yang akan tampil sekitar 40 orang,” ujar Adi.

Menurutnya, keikutsertaan dalam WACI bukan sekadar menampilkan kesenian daerah. Ajang tersebut juga menjadi momentum memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan kepada masyarakat Indonesia dan wisatawan di Jember.

Adi menilai WACI menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas budaya dari seluruh Nusantara. Kegiatan itu memperkenalkan tradisi, memperkuat persaudaraan, sekaligus mempromosikan potensi daerah masing-masing.

Ia juga mengapresiasi penyelenggara JFC dan Pemerintah Kabupaten Jember yang telah memberikan ruang bagi budaya lokal untuk tampil di panggung internasional.

“Terima kasih kepada JFC dan Pemkab Jember sudah mengundang kami. Harapannya tahun depan bisa diundang lagi, karena ini sangat bagus untuk mengenalkan budaya-budaya kita,” katanya.

Sementara itu, Presiden Jember Fashion Carnaval, Budi Setiawan, menjelaskan JFC 2026 mengusung tema HEAL (Humanity, Earth and Life) yang diwujudkan melalui sebuah perjalanan cerita.

Baca Juga  Skandal Dugaan Perselingkuhan Oknum Kepala SMP dan Guru TK Disorot, Advokat: Delik Aduan Absolut

“Tema ini terdiri dari beberapa defile yang merupakan sebuah perjalanan. Perjalanan bumi untuk menemukan nilai-nilai kebijaksanaan dari berbagai dinamika yang terjadi. Pada akhirnya, perjalanan itu menyampaikan satu kesimpulan bahwa menjadi manusia tidak harus sempurna, tetapi yang terpenting adalah bagaimana manusia memiliki kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Jember, Jatimmandiri.id Penyanyi Krisdayanti memuji penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang dinilainya menjadi rahimnya karya seni, budaya, dan kreativitas…