BudayaEdu-Life & Sport

Gandrung Sewu 2026 Lebih Memukau dengan Cahaya Modern

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Gandrung Sewu 2026 Lebih Memukau dengan Cahaya Modern

Sebarkan artikel ini
Dengan konsep glow in the dark, penampilan para penari Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom spektakuler.
Example 468x60

Banyuwangi, Jatimmandiri.id – Gandrung Sewu 2026 membuktikan bahwa pelestarian budaya tradisional dapat berjalan beriringan dengan inovasi pertunjukan modern. Perpaduan tari kolosal, kostum berpendar, tata cahaya futuristik, hingga atraksi drone fireworks menghadirkan wajah baru seni tradisi Banyuwangi yang memikat puluhan ribu penonton di Pantai Marina Boom, Sabtu (24/10) malam.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai pembaruan konsep tersebut menjadi salah satu cara untuk mendekatkan warisan budaya kepada generasi muda tanpa menghilangkan identitas aslinya.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Ini pertama kalinya kita menyaksikan pertunjukan Gandrung Sewu yang berbeda dari biasanya, di mana pertunjukan tradisional berpadu indah dengan teknologi, dan ini bukti tradisi tidak harus berhenti dalam bentuk yang diwariskan, namun dapat hadir dalam bentuk baru yang memikat bagi generasi muda, karena budaya yang hidup adalah budaya yang dirawat, dicintai dan diberi ruang untuk berkembang,” kata Ipuk, Minggu.

Menurut dia, konsep baru Gandrung Sewu memberikan pendekatan berbeda dalam memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat, khususnya kalangan muda. Pelestarian tradisi, kata dia, tidak harus membatasi kreativitas dalam penyajiannya.

Ipuk juga menyampaikan apresiasi kepada InJourney yang mendukung penyelenggaraan Gandrung Sewu tahun ini. Penghargaan turut diberikan kepada para penari, pelatih, seniman, budayawan, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam menyukseskan pertunjukan tersebut.

“Terima kasih atas dukungan InJourney yang telah mendukung Banyuwangi, sehingga Gandrung Sewu 2026 bisa tampil dengan berbeda,” tuturnya.

Direktur Utama InJourney Maya Watono menilai kekayaan budaya Banyuwangi memiliki potensi besar untuk diperkenalkan lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Lewat kolaborasi agenda ini, kami ingin menarasikan Banyuwangi ini di mata Indonesia dan dunia, saya rasa pertunjukan malam ini luar biasa,” katanya.

Baca Juga  Bantu UMKM, Mahasiswa Untag Ciptakan AI Pengawas Transaksi

Mengusung tema Kembang Dermo, Gandrung Sewu tahun ini melibatkan sekitar 1.300 penari dari Banyuwangi dan berbagai daerah di Indonesia. Gerakan tari dinamis, iringan musik tradisional, serta kostum dan tata cahaya yang dirancang khusus menciptakan suasana teatrikal yang megah.

Konsep glow in the dark menjadi daya tarik utama. Omprog atau mahkota gandrung, selendang, dan kipas penari menggunakan bahan pemantul cahaya. Sementara itu, body painting berbahan fosfor pada tubuh dan busana menghasilkan efek berpendar ketika para penari bergerak di bawah sorotan lampu.

Kemegahan pertunjukan semakin terasa saat formasi drone fireworks menghiasi langit Pantai Marina Boom. Ratusan titik cahaya bergerak membentuk visual gandrung, Gunung Ijen, serta berbagai simbol yang merepresentasikan Banyuwangi.

Memasuki penyelenggaraan tahun ke-14, Gandrung Sewu menunjukkan bahwa seni tradisi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pertunjukan dibuka melalui teatrikal Meras Gandrung, yang menggambarkan ritual adat dalam proses kelulusan penari gandrung profesional.

Perpaduan tradisi dan teknologi tersebut menjadi upaya menghadirkan pengalaman baru bagi penonton sekaligus memperluas ruang apresiasi terhadap seni budaya Banyuwangi.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *