Jakarta, Jatimmandiri.id – Perguruan tinggi didorong menjadi pusat lahirnya inovasi ekonomi kreatif dengan menggabungkan kreativitas mahasiswa, penguasaan sains, dan teknologi. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berencana memperkuat materi ekonomi kreatif dalam pembelajaran kewirausahaan serta menggelar kompetisi karya mahasiswa pada 2027.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sekaligus Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS), Brian Yuliarto, menyampaikan rencana tersebut saat Puncak Perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (HEKRAFNAS) 2026, Sabtu (24/10).
Menurut Brian, penguasaan sains dan teknologi yang dipadukan dengan kreativitas menjadi modal penting untuk mendorong Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi, sesuai visi Presiden Prabowo Subianto. Ekonomi kreatif, kata dia, perlu ditempatkan sebagai bagian strategis pembangunan, bukan sekadar sektor pelengkap.
“Ada dua hal yang bisa menopang lompatan ekonomi, yang pertama adalah penguasaan sains dan teknologi, yang kedua adalah ekonomi kreatif,” ujar Menteri Brian.
Ia mengapresiasi perkembangan GEKRAFS Kampus yang telah hadir di lebih dari 20 perguruan tinggi. Inisiatif tersebut dinilai dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan kreatif secara terarah sekaligus menghubungkannya dengan kemampuan ilmiah dan teknologi.
“Jadi ini akan membuat kreativitas adik-adik kita mahasiswa menjadi lebih terarah, jadi lebih berbarengan dengan penguasaan sains dan teknologi,” ungkap Mendiktisaintek.
Penguatan materi ekonomi kreatif direncanakan masuk dalam pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswa lintas program studi, baik bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) maupun non-STEM.
“Kita akan memasukkan ekonomi kreatif, ke dalam salah satu kurikulum di kampus-kampus kita,” kata Menteri Brian.
Selain pembelajaran, Kemdiktisaintek merencanakan kompetisi karya ekonomi kreatif ant perguruan tinggi pada 2027. Ajang tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil inovasi dan memperkenalkannya kepada masyarakat.
Brian mencontohkan Pixar di industri animasi dan BTS di industri musik sebagai bukti bahwa karya kreatif dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi global. Ia berharap perpaduan kreativitas dan penguasaan teknologi mampu melahirkan karya unggulan dari Indonesia.
“Jadi, semoga kita akan segera melihat munculnya karya-karya besar anak bangsa karena ekonomi kreatif ini,” harap Menteri Brian.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya ekosistem yang mendukung pelaku dan produk kreatif. Dukungan itu meliputi akses teknologi dan infrastruktur digital, kolaborasi berkelanjutan, remunerasi yang adil, serta akses pendanaan dan investasi.
Riefky juga mendorong perluasan pasar karya kreatif Indonesia melalui pesan, “Local Hero Go National, National Champion Go Global”.
Upaya tersebut sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yang mendorong perguruan tinggi menghasilkan inovasi bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian nasional.












