Jateng

Empat Film Pendek Pacitan Lahir dari Workshop Produksi Film Jelang Festival Film Horor II 2026

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

Empat Film Pendek Pacitan Lahir dari Workshop Produksi Film Jelang Festival Film Horor II 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pacitan, Jatim Mandiri – Ruang Film Pacitan bersama Jogja Film Academy (JFA) dan Community Forum Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) berhasil menghasilkan empat film pendek melalui workshop produksi film. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pra-event Festival Film Horor (FFH) II 2026 sekaligus upaya memperkuat ekosistem perfilman daerah di Kabupaten Pacitan.

Workshop bertajuk “Kelas Produksi Film: Sinematografi, Penyutradaraan, Editing, dan Keaktoran” berlangsung selama dua hari pada akhir September 2026 di kawasan Gubuk Song Meri, Desa Sukoharjo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Selama workshop intensif tersebut, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok produksi untuk mempraktikkan seluruh tahapan pembuatan film, mulai dari praproduksi, pengambilan gambar di lapangan, hingga pascaproduksi. Proses ini didampingi oleh fasilitator agar peserta dapat menerapkan materi yang telah diperoleh secara langsung.

Sejumlah praktisi perfilman hadir sebagai pemateri untuk memberikan pembekalan teori sekaligus pendampingan produksi. Mereka antara lain Arief Akhmad Yani dari Community Forum JAFF yang membahas penguatan ekosistem perfilman daerah, Lulu Hendra Komara dalam kelas penyutradaraan, Ardian Friatna dalam kelas sinematografi, Driepuza Ryan Fortunanda dalam kelas penyuntingan film, serta Stephanus Wahyu Gumilar atau Agix dalam kelas keaktoran.

Wakil Direktur JFA Suharmono Arimba, jajaran kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan, serta perwakilan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta turut menghadiri kegiatan tersebut, menunjukkan dukungan luas terhadap pengembangan perfilman di daerah.

Hasil dari workshop ini adalah empat film pendek berdurasi masing-masing lima menit yang diproduksi oleh peserta. Keempat film tersebut diputar perdana pada penutupan kegiatan dan dibahas bersama para narasumber sebagai bahan evaluasi sekaligus apresiasi terhadap karya sineas lokal.

Baca Juga  183 Kepala Sekolah Dikukuhkan, Pemkab Grobogan Perkuat Kepemimpinan Pendidikan

Direktur Festival Film Horor II dari Ruang Film Pacitan, Idham Nugrahadi, menyatakan bahwa workshop tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan pra-event untuk mempersiapkan penyelenggaraan festival sekaligus mendorong lahirnya sineas baru di daerah.

“Kami memberikan apresiasi besar atas karya sineas lokal. Ini merupakan pemanasan menuju FFH jilid dua,” kata Idham di Pacitan. Ia mengajak sineas dan masyarakat untuk terus berkarya serta berpartisipasi dengan mengirimkan film terbaik mereka dalam penyelenggaraan Festival Film Horor 2026. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan talenta perfilman yang memiliki kemampuan teknis sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan industri kreatif dan seni budaya daerah.

Panitia saat ini tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan FFH II yang dijadwalkan berlangsung pada 14–17 Oktober 2026 di Alun-alun Pacitan. Festival tersebut mengusung tema “INDIGO – Jejak Mbah Sayem” dan menghadirkan lebih dari 75 film horor yang dijadwalkan diputar melalui lima layar di sejumlah titik festival. Selain menjadi ruang apresiasi bagi sineas, festival ini dirancang sebagai wadah pertemuan pembuat film, komunitas perfilman, pelaku industri kreatif, dan masyarakat umum, sekaligus mempertemukan karya sinema dengan kekayaan cerita rakyat dan budaya lokal Pacitan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *