Jakarta, Jatim Mandiri
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menekankan pemerintah harus menjadi jembatan antara pekerja dan industri agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan. Ia juga mengingatkan ekspansi industri perlu memperhatikan daya dukung lingkungan dan keberlanjutan pangan.
“Pekerja punya cita-cita dan harapan yang besar, tetapi industri juga punya keterbatasan dalam menyepakati sebuah angka. Nah, untuk mengatasi masalah antara pekerja dan industri, di sinilah pemerintah menjadi salah satu jembatan yang penting,” kata Emil.
Emil mencontohkan pekerja pelabuhan Banyuwangi yang bekerja siang dan malam menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan. Menurutnya, kerja keras tersebut harus diimbangi peningkatan kesejahteraan.
“Jangan sampai pelabuhannya terus tumbuh, ekonominya terus bergerak, tetapi kesejahteraan orang yang menggerakkannya tertinggal. Pertumbuhan harus dirasakan juga oleh pekerjanya,” katanya.
Ia menilai keseimbangan tersebut membutuhkan sinergi pemerintah pusat, kabupaten/kota, desa, dunia usaha, dan masyarakat. “Untuk menjaga sirkulasi darah ekonomi supaya tetap lancar, kita tidak bekerja sendirian. Ada instansi pusat, pemerintah kabupaten/kota, desa hingga elemen masyarakat. Kalau semuanya berjalan sinergis, cita-cita pembangunan bisa kita capai bersama,” ucapnya.
Emil juga mengingatkan pertumbuhan industri harus mempertimbangkan kebutuhan lahan, air, energi, dan pangan. “Industri membutuhkan ruang untuk tumbuh, tetapi ada ruang yang harus kita jaga. Jangan sampai pertumbuhan industri justru mengurangi kemampuan kita memenuhi kebutuhan pangan,” katanya.
Jatim menjaga keseimbangan tersebut melalui perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Hingga September 2026, usulan perlindungan LP2B mencapai 87,34 persen dari sekitar 1,2 juta hektare Lahan Baku Sawah.
Sementara itu, industri pengolahan berkontribusi 31,45 persen terhadap PDRB Jatim pada Triwulan I 2026. “Jadi, target pertumbuhan industri tidak bisa hanya melihat berapa banyak yang bisa kita bangun. Kita juga harus menghitung air, energi, lahan dan daya dukung lingkungan yang kita punya,” jelasnya.
“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya industri tumbuh, tetapi apakah pertumbuhan itu juga membuat pekerjanya semakin sejahtera. Pemerintah harus memastikan keduanya berjalan bersama. Industri tumbuh, pekerja sejahtera, dan tidak ada yang merasa ditinggalkan,” pungkasnya. (*/ibn)












