Pasuruan, Jatim Mandiri
Pemprov Jatim dan Pemkab Pasuruan menggelar pasar murah di dua kecamatan di Pasuruan untuk menjaga daya beli serta menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan di Lumbang disertai bantuan air bersih dan sembako bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Pasuruan, Selasa (8/9).
Pasar Murah Pemprov Jatim berlangsung di Lapangan Lumbang, Desa Cukurguling. Selain pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan, kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu warga yang menghadapi tekanan ekonomi akibat kemarau panjang.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kegiatan di Lumbang melengkapi bantuan air bersih yang telah disalurkan pada masyarakat terdampak kekeringan. “Pasar Murah merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus membantu masyarakat, terutama ketika menghadapi kondisi yang tidak mudah seperti musim kemarau panjang,” ujar Khofifah.
Komoditas yang disediakan meliputi beras premium seharga Rp14.000 per kilogram, beras SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, dan sejumlah bahan pangan lainnya.
Khofifah juga menyerahkan beras SPHP kepada puluhan warga lanjut usia serta membagikan sembako gratis. Salah seorang warga, Bawon (47), mengaku baru pertama kali berbelanja di pasar murah dan menerima beras gratis.
Sementara itu, Pemkab Pasuruan menggelar pasar murah selama tiga hari, 7–9 September, di halaman Kantor Kecamatan Grati. Kegiatan melibatkan Perum Bulog, sejumlah perusahaan, asosiasi dunia usaha, serta pelaku UMKM dan industri kecil menengah setempat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko mengatakan, pasar murah menjadi upaya pemerintah membantu masyarakat mempertahankan daya beli sekaligus menjaga ketahanan pangan.
“Pasar murah ini bukan hanya pertemuan penjual dan pembeli, tetapi cara pemerintah membantu masyarakat agar lebih ringan dalam menjangkau harga sembako,” kata Yudha. Pasar murah di Grati menyediakan beras SPHP seharga Rp54.000 per lima kilogram, beras premium Rp70.000 per lima kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, Minyakita Rp13.000 per liter, dan telur ayam ras Rp20.000 per pak.
Kepala Diskoperindag Kabupaten Pasuruan Taufikhul Ghony menjelaskan, pelaku UMKM dan industri kecil menengah memperoleh stan untuk memasarkan produk lokal serta produk khas desa masing-masing. (har/dul/ibn)












