Intisari Berita:
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Cahyo Harjo Prakoso, meninjau langsung pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi 305 siswa di SDN Perak Utara 3/60 Surabaya.
Cahyo puji ketepatan waktu pengiriman, kualitas menu bergizi, serta sinergi solid antara Pemkot Surabaya, sekolah, dan SPPG Tanjung Perak.
Terkait wacana pemilahan penerima MBG, Politisi Gerindra ini mengingatkan agar tidak ada klasterisasi siswa berbasis latar belakang ekonomi di sekolah.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Anggota Komisi E DPRD Jatim, Cahyo Harjo Prakoso, memastikan pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Surabaya berjalan lancar dan sesuai standar mutu gizi. Hal tersebut disampaikannya usai meninjau distribusi MBG di SDN Perak Utara 3/60 Surabaya, Senin (27/7/2026).
Di sekolah yang menampung sekitar 305 murid tersebut, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya ini menyaksikan langsung proses distribusi makanan, kualitas cita rasa menu, hingga tingkat kebersihan kemasan yang disediakan.
“Kami melihat pelaksanaannya sangat baik. Ini tidak lepas dari koordinasi sekolah bersama seluruh jajaran, Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang terus mendampingi dan mengawal, serta komunikasi aktif dengan pihak SPPG. Menunya bagus, kemasannya baik, dan pengirimannya tepat waktu,” ujar Cahyo.
Investasi SDM dan Penolakan Diskriminasi Siswa di Sekolah
Cahyo menekankan bahwa program MBG merupakan bentuk nyata investasi jangka panjang negara dalam menyiapkan generasi penerus yang cerdas dan kompetitif menjelang Indonesia Emas.
Menanggapi wacana yang berkembang terkait opsi memprioritaskan penerima MBG khusus bagi keluarga berpenghasilan rendah, politisi muda ini mengingatkan agar efisiensi anggaran tidak sampai menimbulkan stigma atau pengkotak-kotakan (klasterisasi) antarpeserta didik di area sekolah.
Evaluasi MBG DPRD Jatim:
-
Investasi Generasi Muda: Pemenuhan asupan gizi yang higienis berdampak langsung pada fokus belajar, stamina, serta kualitas hidup SDM masa depan.
-
Prinsip Kesetaraan: Menolak pemisahan/klasterisasi siswa penerima MBG berdasarkan status sosial ekonomi demi menjaga psikologis anak.
-
Pengawasan Berkelanjutan: Komisi E DPRD Jatim berkomitmen mengawal dan menyempurnakan implementasi MBG secara berkala di seluruh kabupaten/kota.
“Program yang baik ini memang harus tepat sasaran. Namun, kita juga tidak boleh memilah-milah murid berdasarkan kondisi ekonomi karena itu sama saja mengklasterisasi anak-anak di sekolah. Efisiensi dan ketepatan sasaran harus menjadi evaluasi bersama,” tegas Legislator Dapil Surabaya tersebut.
Standar Porsi dan Variasi Menu dari SPPG Tanjung Perak
Dalam kesempatan sama, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pelabuhan Tanjung Perak, Ichda Afifatur, menjelaskan bahwa skema distribusi makanan selalu disesuaikan dengan jam istirahat sekolah agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).
Terkait variasi menu dan porsi konsumsi, SPPG telah menyusun standar kecukupan gizi yang terukur berdasarkan jenjang kelompok usia siswa:
-
Kelas Rendah (Kelas 1–3): Menerima porsi sedang sesuai tingkat kebutuhan takaran kalori anak usia dini.
-
Kelas Tinggi (Kelas 4–6) & Guru: Menerima porsi lebih besar sesuai perkembangan fisik dan metabolisme tubuh.
-
Rotasi Menu Harian: Menu diganti secara berkala berdasarkan evaluasi dan masukan dari pihak sekolah agar siswa tidak merasa bosan.
“Setiap hari menunya bervariasi dan sudah ada jadwalnya. Masukan dari sekolah maupun murid terus kami diskusikan agar penyusunan menu tetap memenuhi standar gizi,” pungkas Ichda.












