Berita

Disnaker Batam Lanjutkan Penyelesaian Hak Pekerja Ghim Li

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

Disnaker Batam Lanjutkan Penyelesaian Hak Pekerja Ghim Li

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Batam, Jatim Mandiri – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam memastikan penanganan perselisihan hubungan industrial dan pemenuhan hak pekerja PT Ghim Li Indonesia terus berlangsung. Perselisihan tersebut berkaitan dengan proses pemutusan hubungan kerja (PHK) dan hak ketenagakerjaan pekerja perusahaan itu di Batam, Kepulauan Riau.

Kepala Disnaker Batam, Yudi Suprapto, menyampaikan bahwa penyelesaian masih terkendala belum adanya kesepakatan bipartit antara perusahaan dan pekerja. Pimpinan PT Ghim Li Indonesia juga tidak berada di Batam. Kondisi tersebut membuat pembahasan mengenai PHK dan pemenuhan hak pekerja berjalan lambat.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Pemerintah sudah berusaha maksimal. Persoalannya ada di bipartit, perjanjian bersama antara perusahaan dengan pekerja belum ada kepastian. Mengingat pihak pimpinan PT Ghim Li tidak ada satu pun di Batam, sehingga proses PHK dan hak-hak karyawan berjalan lambat,” kata Yudi.

Yudi menjelaskan, persoalan perusahaan sebelumnya ditangani Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau. Pencatatan perselisihan oleh pekerja baru didaftarkan ke Disnaker Batam pada 15 Oktober 2026. Setelah pencatatan itu, Disnaker mulai menjalankan tahapan penanganan melalui pemanggilan kepada perusahaan.

“Setelah didaftarkan di kami, Disnaker Batam telah melayangkan pemanggilan pertama kepada perusahaan. Namun, pihak perusahaan tidak hadir sehingga pemanggilan kedua telah dikirimkan untuk melanjutkan proses penanganan perselisihan,” ujar Yudi. Pemanggilan kedua dikirim setelah perusahaan tidak memenuhi panggilan pertama.

Disnaker Batam menyatakan terus berupaya mempercepat penanganan dan menjaga komunikasi dengan perwakilan serikat pekerja. Informasi mengenai perkembangan proses disampaikan kepada perwakilan serikat, termasuk di luar jam kerja. Yudi menegaskan, komunikasi itu dilakukan pada siang maupun malam.

“Kami bergerak cepat, tidak ada yang dilama-lamakan. Komunikasi ke perwakilan serikat terus dilakukan, baik siang atau malam,” kata Yudi. Disnaker melanjutkan proses sesuai penanganan perselisihan yang telah dimulai setelah pencatatan diterima pada 15 Oktober 2026.

Baca Juga  Kejagung Telusuri Transaksi Febrie

Persoalan ketenagakerjaan ini bermula setelah aktivitas produksi PT Ghim Li Indonesia di Kawasan Industri Tunas, Batam Kota, dilaporkan berhenti sepenuhnya sejak 7 September 2026. Keadaan tersebut berdampak terhadap 1.025 pekerja, yang terdiri atas karyawan tetap dan pekerja dengan status perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).

Berdasarkan pendataan Disnaker Batam, pekerja menghadapi ketidakpastian mengenai gaji periode Agustus 2026 dan hak ketenagakerjaan lain, termasuk jaminan kesehatan yang belum dibayarkan manajemen. Pada Selasa (20/10), ratusan pekerja bertahan hingga malam di Kantor Disnaker Batam, Sekupang, untuk meminta kejelasan status PHK yang diperlukan dalam pengurusan hak pesangon.

Pemkot Batam meminta pekerja tetap tenang dan mempercayakan proses penyelesaian kepada pemerintah. Pekerja diminta menunggu tindak lanjut penanganan perselisihan sesuai mekanisme yang berlaku. Sementara itu, Disnaker Batam melanjutkan pemanggilan perusahaan serta komunikasi dengan perwakilan serikat pekerja dalam upaya menangani perselisihan dan pemenuhan hak para pekerja.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Terumbu karang dapat menyimpan petunjuk tentang perubahan lingkungan laut selama ribuan tahun, termasuk kapan organisme itu…

Berita

Desakan Evaluasi Pemerintah Terus Bergulir Jakarta, Jatim Mandiri Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesejahteraan rakyat menjadi ukuran utama keberhasilan seorang pemimpin,…

Berita

Pacitan, Jatim Mandiri Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendorong pesantren di Jatim menguasai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sekaligus memperkuat…