Jateng

Demo Kudus Menuntut Perubahan, Mahasiswa Dialog Terbuka dengan Bupati dan Forkopimda

×

Demo Kudus Menuntut Perubahan, Mahasiswa Dialog Terbuka dengan Bupati dan Forkopimda

Sebarkan artikel ini
Hadir menemui massa aksi antara lain Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Kapolres Kudus AKBP Heru Pranoto, Dandim 0722/Kudus Letkol Inf Eko Hardianto, serta Ketua DPRD Kabupaten Kudus Masan.
Example 468x60

Kudus, Jatimmandiri.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bergerak UMK menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Kudus, Jumat sore, 19 Juni 2026.

Aksi bertajuk Kudus Menuntut Perubahan tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan ratusan personel gabungan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Massa yang sebelumnya berkumpul di kawasan Universitas Muria Kudus (UMK) bergerak menuju kawasan air mancur pendapa Kabupaten Kudus untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi bangsa maupun persoalan daerah yang dinilai membutuhkan perhatian serius pemerintah.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa diterima langsung oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kudus.

Hadir menemui massa aksi antara lain Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Kapolres Kudus AKBP Heru Pranoto, Dandim 0722/Kudus Letkol Inf Eko Hardianto, serta Ketua DPRD Kabupaten Kudus Masan.

Bupati Sam’ani juga didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus beserta para asisten dan hampir seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kudus.

Koordinator aksi sekaligus Ketua BEM UMK, Tanaya, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan aspirasi publik dan mengawal jalannya pemerintahan.

“Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan mengingatkan bahwa pemerintah harus tetap berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujarnya.

Selain menyoroti sejumlah kebijakan nasional yang dianggap belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat, mahasiswa juga mempertanyakan peran Pemkab Kudus dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah.

Meski berlangsung dalam bentuk demonstrasi, dialog antara mahasiswa dan pemerintah daerah berjalan terbuka.

Sejumlah tuntutan dan masukan yang disampaikan mahasiswa diterima langsung oleh para pimpinan daerah yang hadir.

Bupati Kudus Sam’ani menyatakan, pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.

Baca Juga  Dies Natalis ke-45 Unitomo, Gus Iqdam Ingatkan Pentingnya Dekengan Pusat

Menurutnya, aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Sementara itu, pengamanan aksi dilakukan oleh 225 personel gabungan yang terdiri atas anggota Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Polres Kudus juga menyiagakan personel cadangan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama kegiatan berlangsung.

Kabag Ops Polres Kudus Kompol Eko Pujiono mengatakan, pengamanan dilakukan secara humanis dan mengedepankan pendekatan persuasif agar penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung aman dan tertib.

“Kami mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan aspirasi dengan baik, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik,” katanya.

Hingga aksi berakhir, situasi di sekitar Pendapa Kabupaten Kudus terpantau aman dan kondusif.

Arus lalu lintas di kawasan pusat kota juga tetap berjalan lancar di bawah pengaturan petugas gabungan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *