Jatimmandiri.id- Timnas Spanyol membuka kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan usai membantai Arab Saudi dengan skor telak 4-0, Minggu (waktu setempat).
Sorotan utama tertuju pada wonderkid mereka, Lamine Yamal, yang tampil luar biasa di laga debutnya sebagai starter.
Pemain berusia 18 tahun itu langsung mencetak gol hanya 10 menit setelah kick-off. Yamal sukses menyambar umpan silang rendah di tiang jauh dan mencatatkan namanya sebagai salah satu pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Dunia.
Gol tersebut sekaligus meredakan tekanan yang sempat dirasakan Spanyol setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde pada laga pembuka.
Di tengah persaingan ketat yang juga menampilkan performa impresif dari bintang-bintang seperti Lionel Messi, Kylian Mbappé, Erling Haaland, dan Harry Kane, Yamal menunjukkan bahwa dirinya layak diperhitungkan di panggung dunia.
Pemain sayap Barcelona itu sebelumnya sudah dikenal sebagai salah satu talenta terbaik dunia. Ia bahkan berperan penting saat Spanyol menjuarai Euro 2024, meski saat itu usianya baru menginjak 16 tahun.
Yamal kini digadang-gadang sebagai penerus era kejayaan Messi dan Cristiano Ronaldo.
Meski sempat diragukan akibat cedera hamstring yang membuatnya absen di akhir musim, Yamal langsung membuktikan kualitasnya.
Setelah hanya tampil sebagai pemain pengganti di laga pertama, pelatih Luis de la Fuente memberinya kepercayaan sebagai starter saat menghadapi Arab Saudi.
Kepercayaan tersebut dibayar lunas. Selain mencetak gol pembuka, Yamal juga beberapa kali merepotkan lini pertahanan lawan sebelum akhirnya mengonversi umpan dari Mikel Oyarzabal menjadi gol.
Spanyol tampil dominan sejak awal pertandingan. Bahkan, tiga gol berhasil dicetak sebelum jeda pendinginan (hydration break) babak pertama.
Mikel Oyarzabal yang sebelumnya mendapat kritik karena minim kontribusi di laga pertama, tampil gemilang dengan menyumbang dua gol tambahan pada menit ke-21 dan ke-24. Ia juga mencatatkan satu assist untuk gol Yamal.
Keunggulan telak membuat pelatih Luis de la Fuente menarik Yamal dan Oyarzabal saat jeda babak pertama.
Memasuki babak kedua, Spanyol tetap agresif. Baru empat menit berjalan, mereka menambah keunggulan lewat gol bunuh diri Hassan Altambakti yang gagal mengantisipasi bola hasil tembakan Marc Cucurella.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa Spanyol siap bersaing sebagai salah satu kandidat juara, sekaligus mengakhiri catatan kurang impresif mereka di Piala Dunia sejak terakhir kali juara pada 2010.












