Intisari Berita:
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam Panen Raya TNI Terintegrasi serentak di 43 titik nasional.
Tiga matra TNI bersinergi menggenjot komoditas strategis: TNI AU fokus pada tebu di Malang, TNI AD pada padi, dan TNI AL pada kedelai.
Jawa Timur mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan nasional dengan menyumbang 51 persen dari total produksi gula nasional.
Malang, Jatimmandiri id — Provinsi Jawa Timur semakin mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri langsung agenda Panen Raya TNI Terintegrasi yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jumat (17/7/2026).
Hajatan akbar ini digelar secara serentak di 43 titik di seluruh penjuru Indonesia. Agenda ini menjadi representasi nyata dari eksekusi program strategis nasional dalam memperkuat kedaulatan pangan melalui kolaborasi aktif tiga matra Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh, panen raya difokuskan pada komoditas tebu sebagai wujud kontribusi nyata dari TNI Angkatan Udara (AU) dalam mempercepat target swasembada gula nasional.
Pada saat yang sama, matra TNI Angkatan Darat (AD) bergerak menggenjot komoditas padi, serta TNI Angkatan Laut (AL) fokus memacu budi daya kedelai lokal.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa konsep ketahanan pangan modern tidak bisa lagi diselesaikan secara sektoral oleh satu instansi saja. Perlu adanya gerakan semesta terpadu yang menyatukan visi pemerintah, korps militer, kaum petani, pelaku usaha, hingga institusi riset perguruan tinggi.
“Ketahanan pangan adalah fondasi ketahanan bangsa. Ketika seluruh elemen bergerak bersama, saya optimistis Indonesia akan semakin cepat mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan,” ujar Khofifah di Malang.
Dominasi 51 Persen Gula Nasional dan Rekor Panen Padi
Dalam konstelasi pangan domestik, Jawa Timur memegang peranan yang sangat superior. Di sektor industri gula, Jatim mentasbihkan diri sebagai produsen terbesar di tanah air dengan menyuplai sekitar 51 persen pasokan gula nasional.
Sepanjang tahun 2025, produksi gula kristal putih di Jawa Timur menembus angka 1,34 juta ton, yang menjadi rekor capaian tertinggi dalam kurun waktu satu dekade terakhir.
Guna menjaga tren positif tersebut, pada tahun 2026 ini Jawa Timur kembali diamanahi proyek masif dari pemerintah pusat. Proyek tersebut berupa pelaksanaan Program Bongkar Ratoon seluas 48.315 hektare serta Program Perluasan Areal Tebu seluas 6.582 hektare.
Dengan demikian, total target perluasan wilayah tanaman tebu mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra.
Sektor pangan Jatim juga disokong kuat oleh performa komoditas padi. Berdasarkan rilis data teranyar Badan Pusat Statistik (BPS), total produksi padi Jawa Timur sepanjang tahun 2025 melonjak.
Hingga menyentuh angka 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), atau setara dengan kebutuhan konsumsi sekitar 6,03 juta ton beras bersih.
Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Jadi Negara Makmur
Di lokasi yang sama, Presiden RI Prabowo Subianto melayangkan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kerja sama taktis yang ditunjukkan oleh jajaran TNI beserta pemerintah daerah di lapangan.
Menurut Presiden, ketahanan fisik dan pangan suatu negara merupakan instrumen pertahanan yang paling hakiki untuk melindungi kedaulatan rakyat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa. Kita optimistis, kita canangkan cita-cita kita setinggi langit. Indonesia akan menjadi negara makmur,” tegas Presiden Prabowo.
Melalui momentum panen raya ini, Pemprov Jatim menyatakan kesiapan penuhnya untuk terus melipatgandakan produktivitas lahan pertanian, mempercepat digitalisasi mekanisasi alat mesin pertanian (alsintan).
Serta memperluas areal tanam komoditas kedelai komersial guna memangkas ketergantungan pasar domestik terhadap keran impor luar negeri.












