
Inggris, Jatimmandiri.id – Michael Carrick resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala permanen Manchester United dengan kontrak berdurasi dua tahun.
Klub berjuluk Setan Merah itu mengumumkan pada Jumat bahwa Carrick, 44 tahun, telah menandatangani kontrak hingga 2028 dengan opsi perpanjangan satu musim tambahan.
Keputusan tersebut menjadi bentuk apresiasi klub atas keberhasilan Carrick membawa Manchester United kembali tampil di Liga Champions setelah mengambil alih kursi pelatih sementara pada Januari lalu.
Namun, pada musim depan Carrick dipastikan tidak lagi bersaing dengan Pep Guardiola, setelah pelatih asal Spanyol itu mengonfirmasi bakal meninggalkan Manchester City.
Mantan gelandang timnas Inggris tersebut mencatat hasil impresif sejak dipercaya menangani tim menggantikan Ruben Amorim yang diberhentikan pada Januari. Dalam 16 pertandingan, Carrick sukses mempersembahkan 11 kemenangan bagi Manchester United.
Menurut laporan ESPN, proses negosiasi antara Carrick dan pihak klub berjalan lancar. Keterlambatan pengumuman lebih disebabkan pembahasan mengenai susunan staf pelatih yang akan mendampinginya.
Manchester United saat ini juga tengah merampungkan administrasi untuk mempertahankan dua asisten penting, yakni Steve Holland dan Jonathan Woodgate sebagai bagian dari staf kepelatihan Carrick.
“Sejak pertama kali datang ke sini 20 tahun lalu, saya langsung merasakan magis Manchester United,” ujar Carrick.
“Memimpin klub sepak bola sebesar ini merupakan kebanggaan luar biasa bagi saya. Dalam lima bulan terakhir, para pemain telah menunjukkan semangat juang, kebersamaan, dan determinasi sesuai standar yang kami tuntut.”
“Sekarang waktunya melangkah maju bersama dengan ambisi besar dan tujuan yang jelas. Manchester United serta para pendukung luar biasa kami layak kembali bersaing memperebutkan gelar-gelar terbesar,” lanjutnya.
Direktur sepak bola Manchester United, Jason Wilcox, menilai Carrick layak mendapat kesempatan memimpin tim secara permanen.
“Michael benar-benar pantas mendapatkan kepercayaan ini. Selain membawa hasil positif di lapangan, dia juga menunjukkan pendekatan yang sejalan dengan nilai, tradisi, dan sejarah klub,” kata Wilcox.
“Keberhasilannya membawa klub kembali ke Liga Champions tidak boleh dianggap remeh. Dia berhasil membangun hubungan kuat dengan pemain serta menciptakan budaya kemenangan di Carrington dan ruang ganti yang terus kami bangun,” tambahnya.












