Surabaya, Jatimmandiri.id – Briptu Tiara Nissa Zulbida, Polwan asal Pasuruan, Jawa Timur, menjadi salah satu tokoh yang diundang dalam program Midnight Live di sebuah televisi swasta dalam rangka memperingati Hari Polwan Nasional yang diperingati setiap 1 September.
Anggota Polda Jatim itu berbagi pengalaman selama menjalani pendidikan di Turkish National Police Academy, hingga penugasan dalam misi internasional. Tiara menempuh pendidikan selama dua tahun di Turki dan pada 2023 menjadi salah satu lulusan terbaik, dengan peringkat keempat dari 87 peserta internasional asal 16 negara.
Prestasi tersebut mengantarkannya mendapat kepercayaan mewakili seluruh mahasiswa internasional untuk menyampaikan sambutan di hadapan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan. Ia juga berkesempatan berjabat tangan langsung dengan Erdoğan yang menitipkan salam kepada Presiden Joko Widodo dan masyarakat Indonesia.
“Saya bertemu langsung dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Tangan Tiara langsung ditarik Presiden Erdogan. Beliau menyampaikan bahwa beliau sangat kenal baik Presiden Joko Widodo, dan untuk bisa menyampaikan salam Presiden Erdogan untuk langsung ke Presiden Jokowi, dan untuk semua masyarakat Indonesia. Semuanya mendapatkan salam dari Presiden Erdogan dari Turki,” cerita Tiara di acara talkshow.
Selama berada di Turki, Tiara juga berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara dan memperkenalkan budaya Indonesia. Ia mengaku tantangan yang cukup terasa justru soal makanan dan bumbu khas Indonesia yang tidak selalu mudah ditemukan.
“Iya, tapi kami bisa masak sendiri, Alhamdulillah. Cuman ya itu tadi harus bawa pekal makanan dari Indonesia banyak, tuh,” ujarnya.
Pengalaman internasional Tiara tidak berhenti di Turki. Ia pernah bertugas dalam misi perdamaian di Afrika pada 2019–2020 sebagai pasukan Formed Police Unit (FPU), kemudian kembali menjalankan misi sebagai Individual Police Officer (IPO) pada 2024–2026. Kini, ia dipercaya menjadi instruktur IPO dan FPU Polri untuk mempersiapkan personel yang akan bertugas dalam misi internasional.
Ketika ditanya kemungkinan kembali bertugas ke luar negeri, Tiara menjawab, “Insya Allah, I hope so. Tapi masalahnya saya belum sambung LDR,” lanjutnya.
Menariknya, menjadi polisi bukan cita-cita masa kecil Tiara. Ia mengaku sejak kecil justru bermimpi dapat berkeliling dunia karena gemar melihat peta saat pelajaran IPS.
“Saya berdoa bisa nggak ya bisa ke negara-negara yang ada di peta itu. Alhamdulillah Polri membawa kita untuk bisa mewujudkan mimpi itu,” katanya.
Dalam momentum Hari Polwan Nasional, Tiara menegaskan perempuan di kepolisian harus mampu menjadi penggerak, bukan sekadar pelengkap.
“Kita sebagai polisi wanita Indonesia bukan hiasan dalam barisan, tapi kita hadir sebagai penggerak dalam suatu keperubahan tersebut,” ujarnya.
Ia juga mengajak Polwan menjadi teladan di mana pun bertugas. “Harus semangat. Harus menjadi role model dimanapun kita berada, di bidang apapun kita bekerja, tetap menjadi garis terdepan untuk operasional kita.”
Dalam kariernya, Tiara juga mendapat penghargaan dari Kapolri yang membuka kesempatan melanjutkan pendidikan Sekolah Inspektur Perwira. Jika tidak ada hambatan, pendidikan tersebut ditargetkan berlangsung tahun depan.
“Insya Allah jika diberikan kesempatan, kami sebenarnya sudah mendapatkan penghargaan dari Bapak Kapolri untuk bisa melanjutkan sekolah Inspektur Perwira. Kalau memang tidak ada hambatan, insya Allah bisa di tahun depan. Kita menunggu saja,” katanya.
Tiara mulai menjadi Polwan setelah lolos seleksi Bintara Polri pada 2014. Sang ayah, Akhmad, mengatakan sejumlah anggota keluarga mereka juga merupakan anggota Polri, termasuk yang bertugas di Polresta Pasuruan dan Mabes Polri.
Menanti Kesempatan Sekolah Inspektur
Di tengah perjalanan kariernya, Tiara juga telah mendapat apresiasi dari Kapolri. Ia mengungkapkan bahwa dirinya mendapat penghargaan yang membuka kesempatan untuk melanjutkan pendidikan Sekolah Inspektur Perwira.
“Insya Allah jika diberikan kesempatan, kami sebenarnya sudah mendapatkan penghargaan dari Bapak Kapolri untuk bisa melanjutkan sekolah Inspektur Perwira. Kalau memang tidak ada hambatan, insya Allah bisa di tahun depan. Kita menunggu saja,” katanya.
Tiara meminta dukungan dan doa agar rencana tersebut dapat terealisasi.












