Lumajang, Jatimmandiri.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang mendorong masyarakat berpenghasilan rendah mengembangkan usaha tanpa harus bergantung pada pinjaman online (pinjol) maupun rentenir. Salah satunya melalui program pemberdayaan ekonomi dengan bantuan modal usaha hingga Rp3 juta.
Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang Drs H M Nur Sjahid, MA, mengatakan bantuan diberikan secara bertahap kepada pelaku usaha kecil di sejumlah kecamatan. Besaran bantuan disesuaikan dengan kondisi dan skala usaha penerima.
“Besarannya bervariasi. Ada yang Rp1 juta, Rp2 juta, sampai Rp3 juta, sesuai dengan kondisi dan skala usaha mereka,” ujar Nur Sjahid saat ditemui di Kantor BAZNAS Kabupaten Lumajang, Jalan Slamet Riyadi, Lumajang.
Menurut Sjahid, usaha yang masih sangat kecil umumnya mendapat bantuan sekitar Rp1 juta. Sementara pelaku usaha yang lebih berkembang dapat memperoleh Rp2 juta hingga Rp3 juta.
Bantuan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai tambahan modal, tetapi juga menjadi upaya mencegah warga mencari pembiayaan dari sumber yang berpotensi menambah beban ekonomi.
“Kami ingin sebisa mungkin membantu mereka agar tidak meminjam kepada pinjol atau rentenir yang pada akhirnya semakin menjerat dan menyengsarakan,” kata Nur Sjahid.
Program bantuan UMKM itu sejauh ini telah menyasar enam kecamatan. Penyaluran masih berlanjut di sejumlah wilayah, termasuk Sukodono dan Tempursari. Untuk Tempursari, penyaluran direncanakan pada 22 September 2026 jika tidak terjadi perubahan jadwal.
“Karena kami turun dari kecamatan ke kecamatan, jumlah penerimanya juga bervariasi. Ada kecamatan yang mendapatkan 30 penerima, ada yang 39, dan seterusnya,” ujarnya.
Nur Sjahid mengatakan sasaran utama program adalah masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah. Modal tersebut diharapkan mampu menggerakkan usaha produktif sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.
Di sisi lain, penghimpunan dana BAZNAS Lumajang saat ini mencapai sekitar Rp540 juta per bulan atau sekitar Rp6 miliar hingga Rp7 miliar dalam setahun. Namun, jumlah itu dinilai masih belum sebanding dengan tingginya kebutuhan masyarakat.
“Semakin terkenalnya BAZNAS, semakin banyak proposal yang masuk. Kami memang agak kewalahan dalam melayani masyarakat. Tetapi kami sangat senang bisa melayani masyarakat,” tuturnya.
Untuk memperkuat pelayanan dan penghimpunan, BAZNAS Lumajang mendapat tambahan tiga anggota baru untuk periode 2026–2031. Kehadiran mereka diharapkan menjadi tambahan tenaga dalam memperluas manfaat zakat bagi masyarakat.
“Kami mendapatkan beberapa tenaga baru yang potensial dan bisa diandalkan. Harapannya, mereka bisa mendongkrak perolehan BAZNAS sehingga semakin banyak yang dapat kami manfaatkan untuk masyarakat,” katanya.
Selain pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Lumajang juga menyiapkan sejumlah kegiatan pada September. Salah satunya Gebyar Selawat yang dijadwalkan 20 September 2026 di Stadion Lumajang. BAZNAS berencana menghadirkan Gus Kikin dari PBNU jika tidak ada perubahan agenda.
“Insyaallah tanggal 20 September kami akan melaksanakan Gebyar Selawat di Stadion Lumajang,” kata Nur Sjahid.
BAZNAS juga telah melakukan audiensi dengan kepolisian dan berencana melanjutkan komunikasi dengan Kodim, Kejaksaan, serta sejumlah institusi lainnya.
Untuk program santunan, sebanyak 130 warga di wilayah kota menjadi prioritas penerima. Jumlah tersebut kemudian disesuaikan agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di kecamatan lain.
“Untuk kota, kami prioritaskan 130 orang. Tetapi karena kami ingin penerimanya lebih banyak, maka kecamatan-kecamatan lain kami sesuaikan jumlahnya,” ujar Nur Sjahid.
BAZNAS berharap berbagai program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendorong mereka memiliki sumber penghasilan yang lebih mandiri. Bantuan modal diharapkan menjadi pijakan agar warga dapat mengembangkan usaha tanpa terjebak dalam lingkaran utang pinjol maupun rentenir.












