Surabaya, Jatim Mandiri
Basarnas Surabaya mengerahkan KN SAR 249 Permadi untuk mencari dan mengevakuasi delapan ABK setelah kapal penarik mereka tenggelam di perairan Pulau Bawean, Senin (14/9). Para awak sempat berpindah ke tongkang M80 1301, tetapi tongkang tersebut hanyut setelah tali jangkarnya putus.
Kedaruratan pertama kali diketahui melalui sinyal marabahaya dari Emergency Position Indicating Radio Beacon atau EPIRB milik TB MT20 1301.
Sinyal tersebut terdeteksi pada Minggu (13/9) sekitar pukul 15.50 WIB. Posisi kapal saat itu diperkirakan sekitar 15 mil laut dari Pulau Bawean. Berdasarkan informasi terbaru, TB MT20 1301 telah tenggelam. Namun, delapan ABK dilaporkan sempat menyelamatkan diri sebelum kapal sepenuhnya karam.
“Sinyal marabahaya dari EPIRB TB MT20 1301 terdeteksi oleh sistem kami pada Minggu (13/9) sekitar pukul 15.50 WIB. Setelah laporan terverifikasi, kami langsung menindaklanjuti dengan menyiagakan personel dan armada penolong,” kata Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit P.H. sebagaimana dikutip Kompas.com, Senin (14/9).
Seluruh awak berpindah ke tongkang M80 1301 yang sebelumnya digandeng kapal tersebut. Tongkang kemudian terombang-ambing tanpa kendali karena tali jangkar penahannya terputus.
“Delapan ABK berada dalam kondisi selamat di atas tongkang M80 1301. Tongkang tersebut masih mengapung, namun lantaran tali jangkar putus, posisinya saat ini hanyut terbawa arus perairan,” ujarnya.
Nanang Sigit menginstruksikan KN SAR 249 Permadi bergerak menuju lokasi kejadian. Tim penyelamat menyisir perkiraan jalur hanyutnya tongkang untuk menemukan delapan ABK.
Operasi tersebut juga melibatkan tim penyelamat Basarnas dan personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Jatim. Koordinasi lintas instansi diperkuat untuk mempercepat pencarian dan evakuasi.
Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca di sekitar perairan Bawean terpantau cerah dengan tinggi gelombang sekitar 1,2 meter. Angin bergerak dari timur dengan kecepatan 20 knot. Sementara itu, arus laut berkecepatan sekitar 0,71 knot mengarah ke barat.
Tim SAR gabungan tetap meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga keselamatan personel selama operasi. Arah angin dan arus menjadi pertimbangan dalam menentukan perluasan area pencarian.
Hingga informasi ini dihimpun, KN SAR 249 Permadi dan tim gabungan masih menyisir perairan Pulau Bawean. Operasi difokuskan untuk menemukan tongkang dan mengevakuasi seluruh awak dengan selamat. (*/har/ibn)












