Pamekasan, Jatimmandiri.id – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 8 Universitas Madura (Unira) secara resmi menutup masa pengabdian masyarakat di Desa Dasok, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.
Momen pelepasan yang berlangsung hangat dan meriah tersebut digelar di Balai Desa Dasok, Selasa (11/8/2026) malam.
Acara penutupan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Dasok beserta perangkat desa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat.
Kemeriahan malam perpisahan kian terasa dengan penampilan musik tradisional Daul Dhoe Angien dan pemutaran video kenangan yang merangkum dinamika 28 hari kebersamaan mahasiswa bersama warga.
Tak sekadar menuntaskan agenda akademik, 25 mahasiswa dari gabungan enam fakultas Unira ini meninggalkan jejak bermanfaat berupa inovasi alat pemupukan bernama Tepanom (Tebar Pupuk Sumber Anom).
Inovasi ini dihadirkan untuk menjawab kendala fisik yang kerap dialami para petani lokal.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi KKN 8 Unira, Dwi Shinta, menyebutkan bahwa ide pembuatan Tepanom berawal dari pengamatan langsung terhadap aktivitas keseharian warga.
“Selama ini, proses menebarkan pupuk secara manual mengharuskan petani untuk membungkukkan badan secara berulang. Kondisi tersebut dapat membuat pekerjaan menjadi kurang nyaman dan menyebabkan tubuh lebih cepat lelah,” terang Shinta, Rabu (12/8/2026).
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Desa (Kordes) KKN 8 Unira, Mohammad Hamdani, menegaskan fokus utama kelompoknya dalam merancang alat bantu yang ramah bagi petani.
“Kami melihat bahwasanya masyarakat di desa ini saat menabur pupuk mayoritas dilakukan secara manual. Maka dari itu, kami membuat sebuah inovasi untuk memudahkan masyarakat, terutama para petani,” ujar Hamdani.
Wujud nyata keberlanjutan program ini ditandai dengan penyerahan 15 paket Tepanom yang didistribusikan ke lima dusun di Desa Dasok.
Kehadiran alat ini diharapkan menjadi solusi praktis sekaligus bukti bahwa ide sederhana dapat memecahkan persoalan harian warga.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Kusyairi, mengapresiasi penerimaan hangat warga dan jajaran pemerintah desa selama masa pengabdian Tri Dharma Perguruan Tinggi berlangsung.
“KKN merupakan salah satu kewajiban mahasiswa dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami mengucapkan terima kasih kepada kepala desa, perangkat desa, dan seluruh masyarakat yang telah menerima mahasiswa kami,” tuturnya.
Kusyairi turut menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekhilafan mahasiswa selama berbaur, seraya berharap silaturahmi tetap terjalin baik dan para mahasiswa dapat segera melanjutkan tahapan studinya di kampus Unira, Jalan Raya Panglegur Pamekasan.
Apresiasi tinggi juga datang dari Kepala Desa Dasok, Fathorrasyid, yang menilai kehadiran mahasiswa membawa dampak positif bagi kebiasaan dan kebutuhan sektor pertanian desa.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada dosen pembimbing lapangan yang selama 28 hari telah membimbing adik-adik KKN. Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan diterima dengan baik,” ujarnya.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Kordes kepada Kepala Desa Dasok.
Berakhirnya masa KKN ini menjadi awal dari kenangan, pengalaman berharga, serta hubungan kekeluargaan yang tetap terpelihara antara mahasiswa Unira dan masyarakat Desa Dasok.












