Nganjuk, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk bersama Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia menyalurkan Bantuan Atensi bagi warga penyandang disabilitas di wilayah setempat, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang digelar di halaman Kantor Pemkab Nganjuk ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan.
Sebanyak 104 penerima manfaat, yang didominasi oleh pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kabupaten Nganjuk, menerima paket bantuan pemenuhan kebutuhan hidup layak serta alat bantu aksesibilitas.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan bukti kuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar tidak ada warga yang terabaikan dari jangkauan pelayanan publik.
“Kehadiran Bantuan Atensi ini bukan sekadar barang bantuan, melainkan bentuk kepedulian kita bersama agar saudara-saudara kita penyandang disabilitas dapat berdaya, mandiri, dan lebih percaya diri menjalani kehidupan sehari-hari. Pemkab Nganjuk akan terus berkomitmen memperluas akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesempatan berusaha bagi seluruh warga tanpa terkecuali,” ujar Bupati Marhaen.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Nganjuk, Tri Handy Cahyo Saputro, menyampaikan bahwa proses verifikasi dan pendataan warga penyandang disabilitas di seluruh kecamatan terus dimaksimalkan agar bantuan terdistribusi secara akurat.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan memotivasi penerima untuk terus berkarya. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling mendukung dan menciptakan lingkungan yang ramah disabilitas,” ungkap Wabup Tri Handy.
Di antara ragam alat bantu yang diserahkan, perhatian tertuju pada tongkat penuntun adaptif karya inovasi Sentra Terpadu Kartini.
Alat bantu pintar ini telah dibekali sensor canggih yang mampu mendeteksi suhu panas, genangan air, hingga merespons rintangan di depan pengguna.
Komitmen perlindungan sosial Pemkab Nganjuk juga dipastikan terus berlanjut melalui agenda pengukuran kaki palsu kustom bagi 10 warga disabilitas lainnya dalam waktu dekat.
“Tuhan pasti memberikan kelemahan, tapi pasti ada kelebihan di dalamnya. Kelebihan itulah yang harus terus kita gali agar anak-anak kita bisa mandiri dan beraktualisasi,” tutur Kang Marhaen, sapaan karib Bupati.
Rasa syukur dan kebahagiaan turut dipancarkan oleh para penerima manfaat, salah satunya siswa SLB di Nganjuk yang menerima paket bantuan tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati, Bapak Wabup, dan pihak Kemensos. Bantuan ini sangat berguna untuk keperluan sekolah dan alat bantu yang saya butuhkan. Saya berjanji akan belajar lebih giat agar nanti bisa berguna bagi orang tua dan masyarakat,” ucap Dimas dengan penuh semangat.












