Sportainment

Arteta Desak Arsenal Bergerak Cepat di Bursa Transfer Usai Gagal Juara Liga Champions

×

Arteta Desak Arsenal Bergerak Cepat di Bursa Transfer Usai Gagal Juara Liga Champions

Sebarkan artikel ini
Arteta gagal persembahkan double winner usai kalah dari PSG di final Liga Champions.
Example 468x60

Budapest, Jatimmandiri.id – Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menegaskan timnya harus bergerak lebih ambisius dan cerdas di bursa transfer musim panas jika ingin naik ke level yang lebih tinggi setelah gagal meraih gelar Liga Champions 2026.

Arsenal harus mengubur mimpi meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub setelah kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) melalui adu penalti dengan skor 3-4.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pertandingan final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, berakhir imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.

Kekalahan tersebut menjadi pukulan bagi The Gunners yang sebenarnya baru saja mengakhiri penantian 22 tahun untuk kembali menjuarai Liga Inggris.

Namun, trofi Liga Champions masih belum berhasil mereka raih, 20 tahun setelah penampilan final pertama mereka.

Arteta mengaku akan segera melakukan evaluasi menyeluruh bersama manajemen klub untuk menentukan langkah berikutnya.

“Pertama-tama saya akan meluangkan beberapa hari bersama keluarga. Setelah itu kami akan memulai proses evaluasi terhadap apa yang telah kami lakukan musim ini,” ujar Arteta.

Menurut pelatih asal Spanyol itu, Arsenal harus mengambil sejumlah keputusan penting apabila ingin bersaing lebih kuat di level tertinggi Eropa.

“Kami harus membuat beberapa keputusan yang sangat penting jika ingin mencapai level berikutnya. Kami harus menunjukkan ambisi besar karena kami memiliki kemampuan untuk melakukannya. Namun, itu membutuhkan langkah yang sangat ambisius, cepat, dan cerdas,” tegasnya.

Arteta juga memberikan pujian kepada PSG yang dinilainya sebagai tim terbaik di dunia saat ini.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada PSG, terutama kepada Luis Enrique. Menurut saya, mereka adalah tim terbaik di dunia saat ini,” katanya.

Ia menilai kualitas individu para pemain PSG menjadi faktor pembeda dalam pertandingan final tersebut.

Baca Juga  Gila! Timnas Spanyol Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Masuk, Tak Ada Pemain Real Madrid

“Apa yang mereka mampu lakukan ketika menguasai bola, termasuk aksi-aksi individu para pemainnya, belum pernah saya lihat sebelumnya. Kami sebenarnya tidak merencanakan untuk bermain terlalu dalam ketika kehilangan bola, tetapi mereka memaksa kami melakukan hal itu. Karena itu saya memberikan kredit besar kepada para pemain saya,” lanjut Arteta.

Pada pertandingan tersebut, Arsenal sempat berada di atas angin setelah Kai Havertz mencetak gol pembuka saat laga baru berjalan enam menit.

Namun PSG berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-65 melalui penalti Ousmane Dembélé setelah Cristhian Mosquera melakukan pelanggaran terhadap Khvicha Kvaratskhelia di dalam kotak terlarang.

Sepanjang pertandingan, PSG tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 75 persen dan melepaskan 21 tembakan.

Sementara Arsenal hanya mampu mencatatkan tujuh percobaan.

Meski demikian, PSG baru bisa memastikan kemenangan melalui adu penalti setelah Eberechi Eze dan Gabriel Magalhães gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor.

Kiper Arsenal, David Raya, sebenarnya sempat memberikan harapan dengan menggagalkan tendangan penalti Nuno Mendes. Namun hal itu belum cukup untuk menyelamatkan timnya dari kekalahan.

Arteta mengaku sangat kecewa karena Arsenal hanya berjarak beberapa tendangan penalti dari gelar juara Eropa.

“Yang saya rasakan hanya rasa sakit. Ketika Anda sudah begitu dekat untuk memenangkan kompetisi klub terbesar di dunia dan akhirnya kalah melalui adu penalti, tentu itulah perasaan yang muncul,” ujarnya.

Meski gagal mengangkat trofi, Arteta tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain dan staf Arsenal atas perjuangan mereka sepanjang musim.

“Jika saya mengucapkan terima kasih satu juta kali kepada para pemain dan staf, itu tetap tidak akan cukup. Bukan hanya karena kami memenangkan Liga Inggris atau mencapai final Liga Champions, tetapi karena kebersamaan dan momen-momen yang kami jalani setiap hari selama musim ini,” katanya.

Baca Juga  Arsenal Akhiri Penantian 22 Tahun, Resmi Juara Premier League 2026

Arteta juga menyoroti keputusan wasit yang tidak memberikan penalti kepada Arsenal pada menit ke-102 ketika Noni Madueke terjatuh setelah mendapat kontak dari Nuno Mendes di area terlarang.

Menurutnya, insiden tersebut layak ditinjau lebih lanjut.

“Saya sudah melihat ulang tayangan tersebut dan itu bisa saja menjadi penalti. Terutama jika melihat beberapa keputusan penalti yang diberikan sepanjang musim ini di kompetisi ini,” ujar Arteta.

“Wasit membuat keputusan berbeda dibandingkan insiden pelanggaran Cristhian Mosquera yang menghasilkan penalti untuk PSG. Itu menjadi salah satu momen penting dalam pertandingan,” tambahnya.

Di sisi lain, Arsenal dikabarkan akan aktif di bursa transfer musim panas. Penyerang Atlético Madrid, Julián Álvarez, disebut masuk dalam daftar target utama klub untuk memperkuat lini serang musim depan.

Namun Arsenal diperkirakan harus bersaing dengan Barcelona untuk mendapatkan tanda tangan pemain asal Argentina tersebut.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *