Surabaya, Jatimmandiri.id – Pelataran Gedung Fakultas Kedokteran Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dipadati sebanyak 3.160 mahasiswa baru dari 9 fakultas pada hari kedua pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026, Rabu (26/8/2026).
Berbalut tema Empowering Global Generation, hajatan tahunan ini tidak hanya berfokus pada pembekalan akademik, tetapi juga menonjolkan inovasi layanan konsumsi yang sehat, berwawasan lingkungan, serta memberdayakan ekonomi lokal.
Menjaga stamina ribuan peserta yang mengikuti rangkaian acara sepanjang hari menjadi prioritas panitia.
Tahun ini, Untag Surabaya menghadirkan konsep penyediaan makanan yang jauh lebih bervariasi dan kaya gizi agar peserta tetap berenergi dan tidak merasa bosan.
Koordinator Sie Konsumsi PKKMB Untag Surabaya 2026, Royan Khusnul Arief SPd MAP, mengungkapkan bahwa pengelolaan logistik konsumsi skala besar ini dibangun melalui kemitraan strategis.
“Konsumsi PKKMB tahun ini melibatkan berbagai penyedia makanan, yaitu 30 katering, mulai dari kelas menengah hingga katerinh berskala besar. Selain itu, penyediaan snack box juga melibatkan dua bakery,” jelasnya.
Melalui kerja sama tersebut, sajian kuliner yang dihadirkan berganti setiap harinya. Setiap porsi dirancang memenuhi standar gizi seimbang, mencakup asupan protein utama seperti olahan ayam dan daging, lengkap dengan sayuran segar, buah, puding, hingga kerupuk.
Langkah ini memastikan kebutuhan asupan nutrisi mahasiswa baru terpenuhi secara optimal selama beraktivitas.
Di samping pemenuhan nutrisi, PKKMB Untag Surabaya 2026 menegaskan komitmennya terhadap konsep eco-campus.
Sie Konsumsi secara aktif mengampanyekan pengurangan sampah plastik sekali pakai di lingkungan kampus.
Seluruh mahasiswa baru diwajibkan membawa tumbler pribadi dari rumah, sementara panitia menyediakan stasiun pengisian ulang air minum di titik-titik strategis.
Kebijakan ini sekaligus melatih kebiasaan hidup ramah lingkungan bagi para mahasiswa sejak hari pertama menapakkan kaki di perguruan tinggi.
Menariknya, pengelolaan konsumsi tahun ini juga memberi dampak sosial-ekonomi nyata.
“Keterlibatan sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dalam jajaran penyedia kuliner menjadi bentuk dukungan konkrit Untag Surabaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, khususnya para pengusaha kuliner di Kota Surabaya,” tuntas Royan.












