BeritaDalam NegeriJatim

Amran Peringatkan Importir Nakal

×

Amran Peringatkan Importir Nakal

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan beras pada warga Lidah Kulon, Surabaya, Rabu (12/8). Foto: Nabil
Example 468x60

Surabaya, Jatim Mandiri

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memperingatkan pelaku usaha dan importir agar tidak memainkan harga di sektor pangan. Peringatan itu disampaikan saat Amran bersama Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menyerahkan bantuan beras pada warga Lidah Kulon, Surabaya, Rabu (12/8).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sebanyak 495 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kelurahan Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri, menerima total 14,85 ton beras. Setiap penerima memperoleh 30 kilogram untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.

Amran mengatakan penyaluran bantuan pangan menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan pangan sekaligus memastikan bantuan diterima masyarakat yang membutuhkan. “Ini arahan dari Bapak Presiden agar bantuan beras pemerintah dapat diterima oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan di seluruh Indonesia. Targetnya bantuan ini dapat disalurkan secepatnya dan sampai kepada masyarakat,” ujar Amran.

Menurut Amran, ketersediaan beras saat ini mencukupi. Surabaya menjadi lokasi peninjauan kedua setelah Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Program bantuan pangan itu menjangkau 184.313 PBP di Kota Surabaya, dan 5.690.353 PBP di Jatim. Secara nasional, sasaran bantuan mencapai sekitar 33,24 juta PBP dengan cadangan beras sekitar 997,2 ribu ton.

Dari sisi distribusi, Ahmad Rizal memastikan BULOG mengawal ketersediaan dan penyaluran beras hingga tingkat penerima. “Program Bantuan Pangan ini merupakan wujud kehadiran negara dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi,” tegas Rizal.

Di tengah penyaluran bantuan tersebut, Amran juga menegaskan pemerintah tetap memperkuat pengawasan rantai pasok pangan. Ia memperingatkan pelaku usaha dan importir agar tidak mengambil keuntungan sepihak yang merugikan peternak maupun masyarakat.

“Jangan coba-coba mafia bermain di sektor pangan. Mereka ambil untung banyak dari impor, lalu menjual pakan mahal ke peternak. Ini menyusahkan peternak dan pemerintah yang dihujat. Kalau harga pakan dinaikkan, izin importirnya saya cabut,” tegas Amran.

Baca Juga  Buruh Pabrik Rotan Meninggal dalam Kecelakaan dengan Truk Kontainer Usai Pulang Kerja

Pemerintah juga mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu offtaker (penjamin) hasil pertanian, peternakan, dan perikanan. Kebijakan itu diharapkan membantu menyerap produksi sekaligus menjaga stabilitas harga.

Salah satu langkah yang disebut Amran ialah meningkatkan alokasi telur dari satu menjadi tiga kali seminggu. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menyerap penumpukan produksi harian dan membantu menstabilkan harga setelah masa libur. (bil/ibn)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kapolri Prioritaskan Keselamatan Masyarakat Manggarai, Jatim Mandiri Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, menewaskan 70 orang…

Berita

Surabaya – Jatim Mandiri Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali dibuka untuk wisatawan mulai Kamis besok (20/8). Ini seiring…

Berita

Probolinggo, Jatim Mandiri Polisi Cilik (Pocil) binaan Satlantas Polres Probolinggo tampil kompak dalam upacara penurunan bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI…