Pertanian

Ahmad Luthfi Optimistis Target Produksi Padi Jateng Tercapai

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

Ahmad Luthfi Optimistis Target Produksi Padi Jateng Tercapai

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Semarang, Jatim Mandiri – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi optimistis target produksi padi provinsi itu pada 2026 tercapai. Hujan yang mulai turun di sejumlah daerah menjadi salah satu faktor yang mendukung harapan tersebut. Pemerintah menargetkan produksi padi mencapai 10,5 juta ton hingga akhir tahun.

“Alhamdulillah kemarin sudah mulai hujan, semoga sampai Desember nanti kita mampu mencapai target,” kata Ahmad Luthfi di Semarang, Sabtu. Ia menyampaikan hujan telah mulai turun, sementara target produksi masih harus dicapai hingga Desember 2026.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Jawa Tengah merupakan salah satu penumpu pangan nasional. Provinsi dengan jumlah penduduk hampir 38 juta jiwa ini mencatat produksi padi sekitar 11,5 juta ton pada 2025. Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran produksi padi di Jawa Tengah sebelum memasuki tahun target 2026.

Produksi padi pada Januari hingga September 2026 mencapai 8,5 juta ton. Hingga akhir tahun, pemerintah menargetkan jumlahnya mencapai 10,5 juta ton. Artinya, capaian pada sembilan bulan pertama menjadi bagian dari upaya mengejar sasaran produksi tahunan tersebut.

Untuk menghadapi dampak kemarau terhadap lahan pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan langkah antisipasi dan penanganan. Upaya itu mencakup pemetaan daerah rawan, kesiapan infrastruktur, serta kolaborasi. Persiapan dilakukan sejak jauh-jauh hari, sebelum dampak kemarau muncul pada lahan pertanian.

Infrastruktur yang disiapkan meliputi waduk, embung, serta saluran irigasi tersier dan sekunder. Di Jawa Tengah terdapat 242.826 hektare sawah tadah hujan yang mendapat intervensi melalui irigasi perpompaan. Selain itu, 530.748 hektare sawah irigasi mendapat intervensi melalui jaringan irigasi tersier.

Pemerintah provinsi juga menyiapkan asuransi gagal panen untuk melindungi 10 ribu hektare lahan pertanian. Perlindungan itu disiapkan bagi lahan yang menghadapi risiko puso atau gagal panen. Ahmad Luthfi menjelaskan asuransi tersebut ditujukan untuk membantu petani menjaga modal dasar saat lahan terdampak.

Baca Juga  Panen Padi Cilacap Diprediksi Capai 24.000 Hektare Meski Dilanda Kekeringan

“Asuransi gagal panen untuk mem-‘backup’, jadi jangan sampai nanti kena puso, kena banjir, dan gagal panen. Itu nanti akan membantu masyarakat kita, khususnya para petani agar tetap mempunyai modal dasar,” katanya. Asuransi tersebut menjadi salah satu langkah penanganan risiko bagi lahan pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares mengatakan pola musim tanam berbeda di sejumlah daerah. Ada wilayah yang memiliki dua kali musim tanam dengan selingan komoditas pertanian lain, seperti Pantura. Daerah lainnya memiliki tiga kali musim tanam dan panen.

“Tapi semua petani itu sebenarnya tergantung pada air, kalau ada air mereka pasti akan menanam padi,” katanya. Untuk mendorong produktivitas, Pemprov Jateng menjalankan program Pilar Jateng yang menyediakan pemetaan infrastruktur lahan, irigasi, serta alat mesin pertanian dan kondisinya. Informasi yang terlaporkan secara terkini menjadi dasar perencanaan pembangunan pertanian agar presisi atau tepat sasaran. Dari pemetaan itu, pemerintah dapat menentukan intervensi atau bantuan bagi kelompok tani.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *