Medan, Jatim Mandiri – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menunjukkan komitmen kuat dalam sektor pertanian dengan mengembangkan budidaya bawang putih di lahan seluas 9.624 hektare yang tersebar di sembilan kabupaten. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat ketersediaan serta produksi lokal di wilayah tersebut.
Wagub Sumut Surya menyampaikan hal tersebut usai menggelar rapat koordinasi pelaksanaan kegiatan bawang putih 2026 dan persiapan 2027 bersama Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, di Kantor Gubernur Sumut, Rabu. Ia menjelaskan bahwa wilayah Sumatera Utara mempunyai potensi agroklimat yang sangat baik untuk mendukung komoditas ini.
“Ada potensi pengembangan seluas 9.624 hektare di sembilan kabupaten,” ucap Wakil Gubernur Sumut Surya.
Lebih lanjut dirinci, lahan seluas 9.624 hektare itu tersebar di berbagai daerah di antaranya Samosir seluas 5.001 hektare, Karo seluas 2.995 hektare, dan Humbanghasundutan seluas 411 hektare. Selain itu, wilayah Simalungun mendapat alokasi 384 hektare, Dairi 288 hektare, Toba 234 hektare, Tapanuli Utara 198 hektare, Deli Serdang 73 hektare, serta Mandailing Natal seluas 40 hektare.
Guna mencapai hasil maksimal, pemerintah memastikan ketersediaan benih bermutu terjamin, memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani, serta memperkuat kapasitas kelompok tani di sembilan kabupaten tersebut. Upaya ini dijalankan agar kesejahteraan petani tetap terjaga dengan harga yang menguntungkan.
“Maka dari itu produktivitas harus kita dorong untuk mencapai target 20 ton per hektare panen basah,” ucap Surya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Taufiq Ratule menjelaskan bahwa wilayah Sumatera Utara memang ditetapkan sebagai bagian dari alokasi kawasan strategis pengembangan hortikultura nasional untuk mewujudkan swasembada bawang putih. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu mendongkrak ketahanan pangan secara nasional.
“Pengembangan bawang putih untuk memperkuat ketersediaan dan produksi lokal. Sumut menjadi sentra pengembangan bawang putih guna mendukung swasembada pangan nasional,” katanya.
