Kota Besar

Ahmad Dhani Minta Surabaya Perbanyak Ruang Seni Anak Muda

×

Ahmad Dhani Minta Surabaya Perbanyak Ruang Seni Anak Muda

Sebarkan artikel ini
Ahmad Dhani
Anggota Komisi X DPR RI, Ahmad Dhani (tengah) jadi narasumber dalam forum bincang santai bersama Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya dan Ketua Pokja Judes Indonesia, Inyong Maulana (kanan)
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Anggota Komisi X DPR RI Ahmad Dhani Prasetyo mengunjungi pameran foto Judes Indonesia di Gedung DPRD Surabaya, Selasa (11/8/2026).

  • Dalam forum bincang santai, Dhani menyoroti pesatnya transformasi Surabaya dalam 35 tahun terakhir serta mengapresiasi terobosan era kepemimpinan Tri Rismaharini.

  • Dhani mendorong pembangunan infrastruktur kota tetap diimbangi dengan penyediaan ruang ruang kreativitas untuk dunia seni, musik, dan kebudayaan anak muda.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Anggota Komisi X DPR RI, Ahmad Dhani Prasetyo, melakukan kunjungan ke Gedung DPRD Kota Surabaya pada Selasa (11/8/2026). Kedatangan musisi legendaris tanah air ini tak sekadar menyaksikan deretan karya pameran Lomba Fotografi Jurnalis Dewan Surabaya (Judes) Indonesia.

Melainkan menjadi momentum khusus untuk menyoroti perubahan signifikan wajah Kota Pahlawan dalam kurun lebih dari tiga dekade.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Dalam agenda kunjungan tersebut, Ahmad Dhani didapuk menjadi narasumber utama dalam forum bincang santai bersama Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya. Dan Ketua Pokja Judes Indonesia, Inyong Maulana.

Diskusi interaktif tersebut mengupas rekam jejak perjalanan Surabaya, pergeseran dinamika sosial-budaya. Hingga strategi penguatan identitas kota di tengah pesatnya modernisasi.

Dhani membeberkan bahwa dirinya menyaksikan secara langsung evolusi fisik dan sosial Surabaya sejak mengawali karier bermusiknya pada era 1990-an. Menurutnya, Surabaya hari ini berkembang sangat pesat dibandingkan era awal dirinya merintis karier.

“Surabaya itu tidak kalah maju. Banyak daerah yang dulu kosong, tiba-tiba sekarang menjadi sebuah kota yang maju, penuh dengan gedung-gedung,” ujar Dhani di Gedung DPRD Surabaya.

Ia menilai, percepatan pembangunan di Surabaya tidak hanya mengubah lanskap arsitektur kota, tetapi juga memoles citra dan daya tarik sosial masyarakatnya di tingkat nasional jika dibandingkan dengan kurun 35 tahun silam.

Baca Juga  Gangguan PLTU Paiton, DPRD Surabaya Desak PLN Hindari Prime Time dalam Pemadaman Listrik

“Dulu ada semacam anggapan bahwa anak Surabaya itu anak daerah. Sekarang mungkin tidak seperti itu. Surabaya sudah menjadi identitas yang menarik,” ungkapnya.

Sambil berseloroh, Dhani menyebutkan bahwa daya tawar budaya warga Surabaya saat ini mengalami peningkatan positif di mata masyarakat luar daerah.

“Dulu kalau ada perempuan Surabaya yang cantik tetapi logatnya Jawa, cowok-cowok Jakarta bisa mundur. Sekarang malah rebutan. Sekarang itu menjadi menarik,” ucap Dhani disambut tawa para peserta forum.

Puji Kepemimpinan Risma dan Apresiasi Karakter Kritis Warga

Dalam kesempatan tersebut, Dhani menyampaikan apresiasi mendalam kepada para Wali Kota Surabaya dari berbagai periode kepemimpinan atas kontribusi nyata dalam proses penataan kota. Secara khusus, ia menyoroti transformasi hijau di era kepemimpinan Tri Rismaharini.

“Saya harus mengakui bahwa Kota Surabaya ketika Bu Risma menjadi wali kota mengalami perubahan yang nyata. Dulu Surabaya itu panas. Zaman saya memang panas. Sekarang jauh berbeda,” puji anggota Komisi X DPR RI ini.

Dhani menambahkan bahwa pengakuan atas perubahan Surabaya juga diakui oleh rekan-rekan musisi dan kolega bisnisnya saat berkunjung ke Kota Pahlawan.

“Beberapa teman saya yang belum pernah ke Surabaya, ketika pertama kali datang ke Surabaya, suka. Mereka bilang, ‘Ini memang Surabaya sekarang jauh berbeda dengan Surabaya di zaman saya’,” tuturnya.

Selain aspek lingkungan, Dhani mengagumi karakter khas warga Surabaya yang lugas dan berani menyampaikan kritik secara konstruktif demi kemajuan kota.

“Kalau mengkritisi dan menyampaikan saran, mereka selalu to the point. Tidak bela-bela atau bagaimana. Saya yakin ini juga menjadi nilai tambah,” terang musisi asal Surabaya tersebut.

Dorong Penyediaan Ruang Seni dan Modal Kenekatannya Berpolitik

Menutup sesi bincang santai, Dhani yang membidangi urusan kebudayaan dan ekonomi kreatif di DPR RI mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan ekosistem kebudayaan.

Baca Juga  Respons Aksi Mahasiswa Surabaya, Ketua Komisi A Siap Kawal Aspirasi hingga Level Pusat

Pembangunan infrastruktur modern wajib memberikan porsi ruang yang memadai bagi generasi muda untuk berekspresi.

“Saya berharap fasilitas-fasilitas untuk dunia seni, musik, dan budaya tetap ada. Jangan sampai pembangunan kota justru membuat ruang kreativitas semakin jauh,” tegasnya.

Kunjungan ini sekaligus mempertegas rekam jejak personal Dhani dari seorang anak daerah yang nekat merantau hingga berhasil menembus panggung musik nasional dan kancah politik Indonesia.

“Saya dari Surabaya, bermain musik di Jakarta, itu sudah sesuatu yang nekat. Kemudian masuk ke bidang politik juga nekat,” selorohnya.

Melalui forum pers ini, Dhani berharap Kota Surabaya mampu terus mempertahankan predikatnya sebagai kota modern yang asri, sekaligus melahirkan ide-ide kreatif baru lewat ruang seni dan budaya yang inklusif.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *