Kota Besar

Wali Kota Eri Cahyadi Pastikan Pemerataan Kesempatan Tampil bagi Seniman Reog dan Jaranan Surabaya

×

Wali Kota Eri Cahyadi Pastikan Pemerataan Kesempatan Tampil bagi Seniman Reog dan Jaranan Surabaya

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan komitmen Pemkot memberikan pemerataan kesempatan tampil bagi seniman Reog dan Jaranan serta memperkuat regenerasi seni budaya di Kota Pahlawan.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam melestarikan seni budaya Jawa Timur sekaligus mendorong regenerasi seniman muda.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas ruang tampil bagi pelaku seni tradisional agar budaya lokal tetap lestari di tengah derasnya pengaruh budaya asing.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menghadiri Sarasehan Seniman Reog dan Jaranan se-Surabaya di Sanggar Paguyuban Reog Purbaya, Rungkut Asri, Minggu (26/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Eri menginstruksikan Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) untuk memaksimalkan pemanfaatan ruang-ruang publik sebagai sarana pengembangan seni dan budaya.

“Maka pembentukan karakter ini akan kita buka. Banyak tempat nanti, baik taman maupun pendopo kelurahan dan kecamatan, bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan seni budaya. Apakah untuk latihan atau kegiatan lainnya, silakan digunakan,” ujar Eri.

Regenerasi Seniman Harus Didukung Ruang Tampil

Menurut Eri, regenerasi seniman tidak cukup hanya dengan mendirikan sanggar. Generasi muda juga harus diberi kesempatan tampil secara rutin agar semakin mencintai seni budaya daerah.

Ia mengatakan pertunjukan seni di taman kota maupun ruang publik akan menjadi sarana edukasi sekaligus media bagi anak-anak untuk belajar secara langsung.

“Regenerasi bukan hanya membuka sanggar, tetapi juga menampilkan seni budaya di taman dan ruang publik. Dengan begitu anak-anak bisa melihat, mempelajari, sekaligus mempraktikkannya. Harapan saya, generasi muda Surabaya memiliki karakter yang kuat dan tidak mudah terpengaruh budaya asing,” tegasnya.

Pemkot Minta Undangan Seniman Melalui Paguyuban

Selain memperkuat regenerasi, Eri juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan antarseniman agar tetap berada dalam satu wadah yang solid.

Untuk menciptakan pemerataan kesempatan tampil, ia meminta seluruh perangkat daerah yang membutuhkan penampilan kesenian tradisional agar berkoordinasi melalui paguyuban resmi, bukan mengundang kelompok secara langsung.

Baca Juga  Perkuat Ekosistem MBG, Kadin Jatim Fasilitasi Forum Rembuk Mitra SPPG

“Saya ingin setiap kali Pemkot mengundang pengisi acara seni, prosesnya melalui paguyuban agar tercipta pemerataan dan keadilan bagi seluruh kelompok seni,” katanya.

Menurutnya, mekanisme tersebut juga menjadi bentuk pembinaan yang lebih tertata sekaligus mempererat hubungan antarkelompok seni di Surabaya.

Surabaya Siap Gelar Kompetisi Reog dan Jaranan

Eri juga memastikan Pemkot akan terus memfasilitasi ruang tampil bagi seniman tradisional agar mereka dapat terus berkarya sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari keseniannya.

Melihat prestasi Paguyuban Reog Purbaya yang berhasil meraih juara ketiga dalam Festival Reog Nasional di Ponorogo, Pemkot Surabaya berencana menggelar kompetisi Reog dan Jaranan berskala besar.

“Ke depan kami ingin menyelenggarakan kompetisi Reog dan Jaranan tingkat Jawa Timur bahkan tingkat nasional di Surabaya. Saya berharap langkah ini semakin membangkitkan semangat para seniman sekaligus menegaskan Surabaya sebagai salah satu pusat perkembangan seni budaya,” tandasnya.

Paguyuban Purbaya Apresiasi Dukungan Pemkot

Sementara itu, Pembina sekaligus Penasehat Paguyuban Reog Purbaya, Heru Sancoko, mengapresiasi perhatian Wali Kota Surabaya yang dinilainya menunjukkan kepedulian nyata terhadap para pelaku seni tradisional.

“Ini merupakan kehormatan bagi kami. Baru pada kepemimpinan saat ini Wali Kota berkenan hadir langsung menyapa dan memberikan perhatian kepada para penggiat seni Reog dan Jaranan di Surabaya,” ujarnya.

Heru menjelaskan, Paguyuban Purbaya saat ini menaungi 47 grup Reog dan 10 grup Jaranan yang tersebar di berbagai wilayah Surabaya.

Ia menegaskan seluruh anggota paguyuban siap menjaga kondusivitas kota, mendukung pelestarian budaya, serta bersinergi dengan Pemkot Surabaya dalam membangun regenerasi seniman.

“Melalui sinergi ini, kami berharap kesenian Reog dan Jaranan tidak hanya tetap eksis di Surabaya, tetapi juga mampu mengharumkan nama Kota Surabaya di tingkat yang lebih luas,” pungkasnya.

Baca Juga  Masa Reses, Aning Rahmawati Siap Kawal Aspirasi Warga Surabaya: Dari Masalah Data hingga Infrastruktur

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *