Jatim

Puncak HAN ke-42 di Umsida, Mendikdasmen dan Wagub Emil Tekankan Pendidikan Bermutu Bebas Kekerasan

×

Puncak HAN ke-42 di Umsida, Mendikdasmen dan Wagub Emil Tekankan Pendidikan Bermutu Bebas Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Umsida
Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti dan Wagub Jatim Emil Dardak, saat benyanyi bersama anak-anak
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat provinsi digelar di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

  • Dihadiri Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti dan Wagub Jatim Emil Dardak, meneguhkan komitmen perlindungan anak dari kekerasan dan pemenuhan hak menuju Indonesia Emas 2045.

  • Rangkaian acara diisi Senam Anak Indonesia Hebat, pembacaan 10 Maklumat Harapan Anak oleh pelajar, serta Seminar Nasional Perlindungan Anak.

Sidoarjo, Jatimmandiri.id — Ratusan anak, pelajar, guru, serta kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari berbagai daerah di Jawa Timur memadati Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Sabtu (25/7/2026). Mereka berkumpul dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 bertema “Stop Kekerasan pada Anak, Dengarkan Suara Anak, Wujudkan Generasi Berkemajuan”.

Agenda ini dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, jajaran Pimpinan Pusat dan Wilayah Muhammadiyah-‘Aisyiyah Jatim, serta unsur pemerintah daerah.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Rangkaian acara diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat, dilanjutkan dengan pembacaan 10 Maklumat Harapan Anak oleh pelajar Muhammadiyah Jatim. Maklumat tersebut menyuarakan aspirasi seputar perlindungan dari kekerasan, pencegahan pernikahan dini, ruang belajar yang aman, hingga pemerataan kualitas pendidikan.

Pendidikan Bermutu dan Perlindungan Anak Harus Sejalan

Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, menggarisbawahi bahwa pemenuhan hak perlindungan anak merupakan pilar utama dalam menghadirkan sistem pendidikan yang bermutu tinggi.

“Anak adalah amanah sekaligus harapan bangsa. Pendidikan yang bermutu harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap anak,” tegasnya.

‘Mari kita ciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan, mendengarkan suara anak, serta memberi mereka ruang untuk tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, cerdas, dan berkemajuan,” imbuh Abdul Mu’ti.

Senada dengan hal tersebut, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak menyebut anak-anak sebagai investasi terbesar bangsa. Ia mendorong seluruh lapisan masyarakat menciptakan ekosistem tumbuh kembang yang sehat dan suportif agar siap menghadapi kompetisi global.

Baca Juga  Baksos Hari Bakti TNI AU, Percantik Monumen TRIP

Gerakan Bersama Muhammadiyah-‘Aisyiyah Peduli Anak

Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, Rukmini, menegaskan komitmen organisasinya melalui Gerakan Bersama Muhammadiyah-‘Aisyiyah Peduli Anak. Pihaknya mendorong penguatan fungsi keluarga dan masyarakat sebagai benteng utama pertahanan anak.

Points utama komitmen penutupan HAN ke-42:

  • Edukasi Bebas Kekerasan: Memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan penuh kasih sayang tanpa diskriminasi maupun perundungan.

  • Penguatan Ketahanan Keluarga: Menjadikan keluarga dan sekolah sebagai tempat paling aman untuk mendengarkan aspirasi anak.

  • Sinergi Lintas Sektor: Mengintegrasikan peran pemerintah, lembaga pendidikan, dan ormas dalam mengawal tumbuh kembang anak menuju Indonesia Emas 2045.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *