Kota Besar

Festival Riset dan Inovasi Meriahkan HUT ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya, Luncurkan Enam Inovasi Baru

×

Festival Riset dan Inovasi Meriahkan HUT ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya, Luncurkan Enam Inovasi Baru

Sebarkan artikel ini
Festival Riset dan Inovasi memeriahkan HUT ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya dengan peluncuran enam inovasi berbasis riset, edukasi lingkungan, dan penguatan kolaborasi bersama BRIN, perguruan tinggi, serta dunia industri.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadikan Festival Riset dan Inovasi sebagai agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, pelajar, komunitas, hingga pelaku industri untuk memperkuat budaya riset sekaligus meningkatkan edukasi lingkungan kepada masyarakat.

Festival yang berlangsung di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar, Sabtu (25/7/2026), juga menjadi momen peluncuran enam inovasi berbasis riset. Berbagai inovasi tersebut meliputi Mangrove Throne, teknologi energi baru terbarukan (EBT) berupa Pirolisis dan Terangin, VR World Mangrove, Brida Bright, serta Brida Step.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengatakan Festival Riset dan Inovasi merupakan satu dari dua agenda utama dalam perayaan HUT ke-3 Kebun Raya Mangrove.

“Festival ini menjadi ruang untuk mempertemukan hasil riset dan inovasi dengan masyarakat. Besok rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Mangrove Eco Run 3.0,” ujarnya.

Menurut Agus, festival tersebut melibatkan lebih dari 70 perguruan tinggi, sekolah, serta komunitas lingkungan, termasuk Tunas Hijau, yang menampilkan berbagai hasil penelitian dan inovasi kepada publik.

Selain pameran, BRIDA juga menggelar talk show yang mempertemukan akademisi dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di Surabaya dengan kalangan industri, termasuk PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).

“Kepala LPPM dari berbagai perguruan tinggi kami pertemukan dengan para pelaku industri. Kami juga menghadirkan sejumlah pakar dari kampus untuk berbagi gagasan,” jelasnya.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Mangrove Throne, sebuah permainan berbasis geolokasi yang dirancang untuk mengajak anak-anak belajar mengenai ekosistem mangrove melalui aktivitas luar ruangan.

“Anak-anak diajak bermain sekaligus belajar tentang mangrove melalui berbagai tantangan edukatif sehingga proses belajarnya menjadi lebih menyenangkan,” terang Agus.

Baca Juga  Sidak Posga RW 3 Wiyung, Bang Jo Tekankan Pentingnya Validasi Data untuk Akses Kesehatan Warga

Selain itu, BRIDA memperkenalkan teknologi energi baru terbarukan berupa mesin pirolisis, generator listrik tenaga angin, dan panel surya. Agus menegaskan seluruh perangkat tersebut dikembangkan sebagai media edukasi, bukan untuk produksi energi.

“Konsepnya bukan untuk menghasilkan energi dalam skala besar, tetapi sebagai sarana pembelajaran agar masyarakat, khususnya anak-anak, mengenal energi terbarukan sekaligus memahami pentingnya ekosistem mangrove,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, drg. Bisukma Kurniawati, menyampaikan bahwa Kebun Raya Mangrove kini berkembang menjadi laboratorium hidup yang mengintegrasikan konservasi, riset, pendidikan, inovasi, hingga kebijakan publik.

“Di tempat ini, konservasi terhubung dengan penelitian, penelitian mendukung pendidikan, pendidikan melahirkan inovasi, dan inovasi menjadi dasar kebijakan publik yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Bisukma juga mengapresiasi partisipasi pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, serta berbagai pemangku kepentingan yang turut memamerkan inovasi ramah lingkungan selama festival berlangsung.

Ia berharap berbagai inovasi yang lahir dari kegiatan tersebut dapat menjadi solusi bagi masyarakat sekaligus memperkuat keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.

“Mari kita jadikan Kebun Raya Mangrove Surabaya sebagai simbol bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan berjalan beriringan demi masa depan yang berkelanjutan,” tuturnya.

Di sisi lain, Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), R. Hendrian, mengapresiasi perkembangan Kebun Raya Mangrove Surabaya yang dinilai menunjukkan kemajuan signifikan.

Ia mengungkapkan, pada 2025 Kebun Raya Mangrove Surabaya menerima penghargaan dari BRIN sebagai kebun raya daerah dengan percepatan pembangunan infrastruktur terbaik di antara 44 kebun raya daerah di Indonesia.

Tak hanya itu, pada tahun yang sama Kebun Raya Mangrove Surabaya juga dinobatkan sebagai kebun raya terbaik kedua di Indonesia.

Baca Juga  Dishub Surabaya Pasang Foto Juru Parkir di Rambu Digital, Cegah Penyalahgunaan Identitas dan Tingkatkan Transparansi

“Di usia yang saat itu baru dua tahun, Kebun Raya Mangrove Surabaya telah berhasil menjadi kebun raya terbaik kedua secara nasional,” ungkap Hendrian.

Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kota Surabaya, kalangan akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga menilai Kebun Raya Mangrove Surabaya memiliki posisi strategis karena masih sangat sedikit kebun raya di dunia yang secara khusus berfokus pada konservasi tumbuhan mangrove.

“Kebun Raya Mangrove Surabaya memiliki peran penting sebagai penyedia jasa ekosistem bagi Kota Surabaya. Karena itu, kami berharap pemerintah daerah dan seluruh masyarakat terus menjaga kelestariannya,” pungkasnya.

Rangkaian HUT ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya berlangsung selama dua hari, 25–26 Juli 2026. Selain Festival Riset dan Inovasi, kegiatan juga diisi dengan Living Laboratory, Green UMKM Corner, penanaman bibit mangrove, penyebaran benih ikan bandeng, yoga bersama, serta lomba riset dan inovasi mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Surabaya juga menandatangani nota kesepahaman bersama PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dan BMKG Kelas I Juanda Sidoarjo sebagai bentuk kolaborasi untuk memperkuat pelestarian lingkungan dan pengembangan ekosistem mangrove.

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *