Jakarta, Jatimmandiri.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat dukungan terhadap pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Samota di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kawasan ini diproyeksikan menjadi destinasi wisata bahari berkelas dunia yang mampu menarik investasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengatakan KEK Samota merupakan salah satu aset strategis sektor pariwisata nasional karena menggabungkan potensi wisata bahari, kawasan konservasi, dan kekayaan budaya dalam satu kawasan yang terintegrasi.
“Kemenpar akan terus memperkuat ekosistem investasi pariwisata di kawasan ini, mulai dari fasilitasi perizinan, pengembangan infrastruktur dan kualitas destinasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata, hingga promosi investasi secara berkelanjutan,” ujar Ni Luh dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (25/7).
Sebelumnya, saat menghadiri Diskusi Rencana Tindak Lanjut KEK Samota di Seaside Resto, Sumbawa, Jumat (24/7), Ni Luh menegaskan bahwa kawasan Samota memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia. Potensi tersebut didukung oleh kekayaan alam, kawasan konservasi, budaya lokal, serta peluang investasi yang menjanjikan.
Menurutnya, pengembangan KEK Samota mengusung konsep ekonomi biru, ekonomi hijau, ekonomi sirkular, dan ekonomi kreatif. Konsep tersebut tidak hanya berfokus pada sektor pariwisata, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat sektor perikanan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peternakan, hingga agroindustri.
“Dengan pendekatan tersebut, KEK Samota diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi yang saling terintegrasi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.
Dari sisi aksesibilitas, kawasan ini didukung oleh Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin serta Pelabuhan Pototano yang menghubungkan Pulau Sumbawa dengan Pulau Lombok. Infrastruktur tersebut menjadi pintu masuk utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di sektor pariwisata.
Prospek pengembangan KEK Samota juga didukung oleh tren kunjungan wisatawan yang terus meningkat. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, Kabupaten Sumbawa mencatat sebanyak 514.419 kunjungan wisatawan nusantara, sedangkan Kabupaten Dompu menerima 497.048 kunjungan wisatawan domestik.
Sementara itu, pasar wisatawan mancanegara juga menunjukkan potensi besar. Kunjungan melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Lombok didominasi wisatawan asal Malaysia, Singapura, Tiongkok, Inggris, dan Prancis.
Ni Luh menegaskan Kementerian Pariwisata akan terus mengawal pengembangan KEK Samota agar mampu berkembang secara optimal sebagai kawasan strategis nasional yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.
“Pengembangan kawasan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat UMKM, serta menarik investasi jangka panjang,” pungkasnya.












