Malang, Jatimmandiri.id – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan kembali menggelar RedTalk, sebuah forum dialog yang menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan pandangan mengenai masa depan Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Malang Creative Center, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Said Abdullah, mengatakan forum ini menjadi upaya partainya untuk mendengarkan aspirasi anak muda yang dinilai masih memiliki idealisme kuat dan belum banyak dipengaruhi berbagai kepentingan politik maupun ekonomi.
“Dialog ini akan membahas Indonesia yang menjadi milik kita bersama, bukan hanya milik segelintir elite politik maupun elite ekonomi,” ujar Said dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, RedTalk menjadi ruang diskusi mengenai bagaimana generasi muda membayangkan Indonesia di masa depan, tantangan yang dihadapi, hingga kritik terhadap dinamika hubungan antargenerasi.
Said menilai pengalaman hidup generasi muda saat ini sangat berbeda dibandingkan Generasi Boomer. Generasi Y, Generasi Z, hingga generasi awal Alpha tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang membuat mereka hidup dalam dua ruang sekaligus, yaitu dunia nyata dan dunia digital.
“Akses digital telah membuka kesempatan bagi anak muda untuk melihat berbagai peristiwa dan pengalaman dari seluruh dunia. Kondisi ini membuat mereka memiliki sudut pandang yang lebih luas serta lebih kritis dalam melihat berbagai persoalan,” katanya.
Karena itu, lanjut Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut, pendekatan komunikasi kepada generasi muda harus dilakukan secara dialogis dan terbuka.
“Anak muda saat ini membutuhkan ruang dialog yang memungkinkan mereka menyampaikan pandangan dan gagasan secara langsung,” ujarnya.
Hadirkan Akademisi, Aktivis, hingga Komika
RedTalk yang telah memasuki tahun kedua penyelenggaraannya menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang.
Di antaranya adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Selvi Asna Prestianawati, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Suko Widodo, serta komika Abdel Achrian.
Forum ini juga menghadirkan perwakilan organisasi kemahasiswaan dan aktivis, seperti Kafitan Aidil Fitra Sukirman dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Brawijaya, Aryo Bimo Soebagio selaku Wakil Koordinator BEM se-Malang Raya, Mochamad Ali Firdaus dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Malang, serta Benny Miftahul Arifin dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang.
Said mengajak seluruh generasi muda di Malang Raya untuk memanfaatkan forum tersebut sebagai wadah bertukar gagasan mengenai berbagai isu strategis, mulai dari pendidikan, kebebasan akademik, perekonomian, ruang kreatif, hingga persoalan lain yang menjadi perhatian anak muda saat ini.
Melalui RedTalk, PDI Perjuangan berharap dapat memperkuat komunikasi dengan generasi muda sekaligus menyerap berbagai masukan yang dapat menjadi bahan pemikiran dalam membangun Indonesia di masa mendatang.












