EkbisJogja

Sleman Bukukan Investasi Rp931,7 Miliar pada Triwulan II 2026, Serap 2.448 Tenaga Kerja

×

Sleman Bukukan Investasi Rp931,7 Miliar pada Triwulan II 2026, Serap 2.448 Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sleman, JATIMMANDIRI.ID – Realisasi investasi di Kabupaten Sleman menunjukkan tren positif pada triwulan II 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mencatat nilai investasi mencapai Rp931,7 miliar dari 2.449 proyek yang berhasil direalisasikan sepanjang April hingga Juni tahun ini.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman, Triana Wahyuningsih, mengatakan capaian tersebut turut membuka 2.448 lapangan kerja baru dan menjadi indikator bahwa kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Sleman masih tetap terjaga.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Meski kondisi ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian dan dinamika geopolitik, minat investor untuk berinvestasi di Sleman tetap tinggi,” kata Triana, Selasa (21/7).

Dari total investasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp806 miliar, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp125,7 miliar.

Sektor listrik, gas, dan air menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp318,43 miliar. Posisi berikutnya ditempati sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp267,28 miliar, disusul perdagangan dan reparasi senilai Rp159,24 miliar.

Sementara sektor jasa lainnya berkontribusi sebesar Rp87,69 miliar, sedangkan hotel dan restoran menyumbang investasi Rp27,34 miliar. Dominasi sektor-sektor tersebut menunjukkan aktivitas pembangunan infrastruktur dan layanan ekonomi di Sleman masih terus berkembang.

Untuk investasi asing, Singapura masih menjadi negara dengan kontribusi terbesar. Nilai investasinya mencapai Rp120,03 miliar, jauh melampaui negara lain.

Di bawah Singapura terdapat Republik Rakyat Tiongkok dengan investasi sekitar Rp1,22 miliar, disusul Amerika Serikat sebesar Rp1,15 miliar, Korea Selatan sekitar Rp652 juta, dan Jerman senilai Rp614 juta.

Menurut Triana, stabilitas daerah, pertumbuhan ekonomi yang konsisten, serta kemudahan proses perizinan menjadi faktor utama yang membuat Sleman tetap menarik bagi investor.

Baca Juga  Berkat KUR BRI, Warung Saleho Jadi Kuliner Favorit Anak Muda Surabaya

Pemkab Sleman juga berkomitmen terus memperkuat iklim investasi melalui penyederhanaan layanan perizinan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta menciptakan ekosistem usaha yang lebih kondusif.

“Dengan iklim investasi yang semakin baik, kami berharap lebih banyak investasi masuk ke Sleman sehingga mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Penyanyi Novia Bachmid dipastikan menjadi special guest dalam ajang Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang akan digelar pada 24–26 Juli…