Jatim

Transaksi KDMP Jatim Tertinggi Nasional, Sumbang 38 Persen

×

Transaksi KDMP Jatim Tertinggi Nasional, Sumbang 38 Persen

Sebarkan artikel ini
Kdmp
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Hermin
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Jawa Timur meraih predikat penyumbang nilai transaksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) tertinggi secara nasional.

  • Total transaksi Jatim menembus Rp21,57 miliar (38,05% kontribusi nasional) dari 4,45 juta transaksi sepanjang 2026.

  • Anggota DPRD Jatim Hermin mengapresiasi keberhasilan program Presiden Prabowo yang dinilai ampuh memotong rantai distribusi.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Provinsi Jawa Timur kembali mengukuhkan dominasinya dalam pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis perdesaan. Jawa Timur resmi mencatatkan diri sebagai penyumbang nilai transaksi tertinggi secara nasional pada program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Berdasarkan data resmi Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) per pertengahan Juli 2026, akumulasi nilai transaksi KDMP di Jawa Timur sukses menembus angka Rp21,57 miliar dari total 4.459.392 transaksi sepanjang tahun 2026.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Capaian fantastis ini memberikan kontribusi sebesar 38,05 persen terhadap total nilai transaksi nasional yang berada di angka Rp56,69 miliar.

Aktivitas ekonomi perdesaan di Jatim ini didominasi oleh perputaran sektor riil, seperti komoditas pertanian (Pupuk NPK Phonska senilai Rp2,15 miliar dan Urea Rp1,83 miliar) serta pemenuhan sembako pokok berupa Beras Medium SPHP Bulog.

Program Presiden Prabowo Dirasakan Nyata oleh Masyarakat

Keberhasilan luar biasa ini mendapat tanggapan hangat dari jajaran legislatif. Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Hermin, menilai rekor transaksi ini menjadi bukti sahih bahwa cetak biru Koperasi Merah Putih gagasan Presiden RI Prabowo Subianto bekerja sangat efektif di lapangan.

Politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini menegaskan, hadirnya KDMP di tengah-tengah pemukiman warga berhasil memotong rantai distribusi yang selama ini mencekik petani maupun konsumen desa.

“Ini bukti program Presiden Prabowo benar-benar mengena bagi masyarakat di Jatim. KDMP ini menjadikan koperasi menjalankan fungsi ekonomi untuk memberikan manfaat nyata,” tutur Hermin, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga  dr Benjamin Kristianto Desak Koperasi Merah Putih Dikelola Profesional

Dorong KDMP Kolaborasi dengan BUMDes, Petani, dan Nelayan

Wanita legislator asal Dapil Jember-Lumajang ini menggarisbawahi bahwa kunci keberlanjutan KDMP terletak pada penguatan ekosistem lokal.

Ia meminta pengurus koperasi tidak berjalan sendiri atau justru mematikan usaha warga, melainkan merangkul elemen ekonomi desa.

Hermin merumuskan beberapa aspek kunci untuk memperkuat tatanan ekonomi KDMP ke depan:

  • Sinergi Pelaku Usaha Lokal: Menggandeng UMKM, BUMDes, kelompok tani (Poktan), kelompok nelayan, serta pelaku ekonomi kreatif desa.

  • Penyerapan Hasil Panen: Menjadikan koperasi sebagai offtaker atau pembeli utama produk dan hasil bumi masyarakat setempat.

  • Manajemen Profesional: Memastikan tata kelola lembaga keuangan desa tersebut berjalan secara sehat, transparan, dan akuntabel.

“KDMP harus dibangun melalui kolaborasi agar menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan, bukan saling bersaing. Tantangan berikutnya adalah memastikan koperasi berkembang sebagai pusat layanan ekonomi desa yang profesional dan berkelanjutan,” pungkas Hermin.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *