Ekonomi

INACA Kenalkan Potensi Aviasi Indonesia Lewat Jaringan Diplomatik

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

INACA Kenalkan Potensi Aviasi Indonesia Lewat Jaringan Diplomatik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Jatim Mandiri – Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) mempromosikan potensi pariwisata dan industri penerbangan Indonesia melalui jaringan diplomatik. Upaya itu dilakukan dengan mempertemukan perwakilan diplomatik, regulator, serta pelaku industri penerbangan dalam kegiatan Golf: Friendship Beyond Fairway di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, Sabtu.

Kegiatan yang berlangsung pada 31/10 tersebut melibatkan INACA dan Jakarta Ambassador Golfers Association (JAGA). Pertemuan itu menjadi ruang interaksi para pemangku kepentingan dari berbagai negara, sekaligus kesempatan memperkenalkan peluang konektivitas dan bisnis penerbangan di Indonesia.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Ketua Umum INACA sekaligus Presiden Direktur Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, mengatakan hubungan diplomatik dapat membuka peluang pengembangan konektivitas. “Kita percaya dengan membangun hubungan diplomatik yang cair dan kondusif dengan sejumlah negara maka akan banyak peluang yang bisa dikembangkan membangun konektivitas domestik dan internasional,” kata Denon kepada media di Jakarta.

Daftar undangan mencakup perwakilan dari 35 negara mitra internasional, bersama Indonesia sebagai tuan rumah, sehingga totalnya 36 negara. Negara yang disebut antara lain Meksiko, Korea Selatan, Polandia, Georgia, Selandia Baru, Tunisia, Thailand, Malaysia, Uruguay, Afrika Selatan, Austria, Swiss, Spanyol, Kenya, Aljazair, Rumania, Yordania, Turki, Ukraina, Kosta Rika, Brasil, dan Pakistan.

Sejumlah tokoh yang masuk dalam daftar undangan antara lain Santo Darmosumarto, Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika di Kementerian Luar Negeri Indonesia sekaligus Co-Chair JAGA. Duta Besar Georgia untuk Indonesia, Tornike Nozadze, juga termasuk dalam daftar tersebut, bersama sejumlah tokoh diplomatik Indonesia.

Denon menyebut kegiatan itu turut mempererat hubungan dengan pemangku kepentingan penerbangan nasional. Pihak yang terlibat mencakup regulator, operator bandar udara, penyedia layanan navigasi penerbangan, dan pelaku usaha aviasi. Pertemuan tersebut juga membuka kesempatan untuk bertukar gagasan serta membahas peluang kerja sama jangka panjang.

Baca Juga  Prabowo: Indonesia Tidak Gentar

“Melalui pertemuan seperti ini, kita ingin membangun hubungan yang lebih erat, bertukar gagasan, dan membuka peluang kerja sama jangka panjang. Indonesia terbuka untuk kolaborasi dan investasi dalam pengembangan industri aviasi,” ujar Denon.

Menurut Denon, Indonesia memiliki potensi pasar penerbangan yang besar. Kebutuhan konektivitas antarpulau dan posisi geografis strategis di kawasan Asia Tenggara menjadi bagian dari potensi tersebut. Peluang bisnis yang diperkenalkan meliputi transportasi penumpang, layanan charter, kargo, serta dukungan konektivitas untuk sektor pariwisata dan industri.

Kemitraan internasional juga berkaitan dengan transfer pengetahuan, pengembangan teknologi, serta peningkatan standar keselamatan dan efisiensi operasional penerbangan. “Kemitraan internasional juga dinilai penting dalam mendorong transfer pengetahuan, pengembangan teknologi, dan peningkatan standar keselamatan serta efisiensi operasional penerbangan,” kata Denon.

INACA berharap pendekatan melalui jaringan yang lebih personal dapat menjadi pintu masuk bagi dialog bisnis dan kerja sama lintas negara pada masa mendatang. Kegiatan tersebut membawa pesan bahwa hubungan diplomatik dan jejaring industri dapat saling melengkapi untuk membuka peluang ekonomi baru. “Seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas nasional, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra internasional akan semakin relevan untuk mendukung pengembangan sektor aviasi Indonesia menuju 2045,” katanya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *