Medan, Jatim Mandiri – Ekspor perdana 40 ton terasi udang rebon asal Kabupaten Asahan ke Thailand dinilai berpotensi meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta nelayan setempat. Penilaian itu disampaikan akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Medan (FEB Unimed), Fadli Agustriansa, pada Jumat (30/10).
Fadli mengatakan, pengiriman tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperluas pasar produk unggulan Kabupaten Asahan. Ia menilai peluang ekspor tidak terbatas pada terasi udang rebon, tetapi juga dapat membuka jalan bagi produk unggulan lain dari daerah itu.
“Adanya ekspor perdana itu bisa menjadi pintu untuk meningkatkan penghasilan ke depannya. Tidak hanya udang rebon, tapi juga produk unggulan lainnya dari Kabupaten Asahan,” ujar Fadli di Medan, Sumatera Utara.
Menurut Fadli, keberlanjutan ekspor dapat memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Nelayan setempat menjadi bagian dari rantai usaha tersebut karena memasok udang rebon sebagai bahan baku terasi yang diproduksi pelaku UMKM.
Ia menyebut peningkatan pesanan dari pasar internasional perlu diimbangi kemampuan pelaku usaha memenuhi permintaan. Karena itu, kapasitas produksi terasi dapat ditingkatkan agar UMKM dan nelayan mampu mendukung pengiriman apabila jumlah pesanan bertambah.
Fadli juga mengingatkan pelaku UMKM untuk memperhatikan standar produk, kualitas, ketahanan pangan, serta kemasan. Kemasan, menurutnya, perlu disesuaikan dengan preferensi konsumen di negara tujuan ekspor. Aspek-aspek tersebut menjadi perhatian dalam menjaga produk agar sesuai dengan kebutuhan pasar yang dituju.
Ia berharap ekspor perdana tersebut dapat berlangsung berkelanjutan. Dengan demikian, dampak ekonomi yang lebih luas dapat dirasakan pelaku UMKM dan nelayan di Asahan, terutama pihak yang terlibat dalam produksi serta penyediaan bahan baku udang rebon.
Ekspor itu dilepas Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, pada Selasa (28/10). Kegiatan berlangsung di depan Kantor Bupati Asahan dan turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara Suryadi. Nilai pengiriman 40 ton terasi tersebut sekitar Rp230 juta.
“Hari ini, kita melepas ekspor perdana produk UMKM asal Kabupaten Asahan berupa terasi udang rebon 40 ton ke Thailand dengan nilai sekitar Rp230 juta,” kata Zulhas, didampingi Suryadi, di depan Kantor Bupati Asahan dalam keterangan tertulis di Medan.
Zulhas mengatakan ekspor terasi membuka peluang bagi produk olahan lokal untuk menjangkau pasar lebih luas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan. Terasi berbahan udang rebon menjadi salah satu produk olahan yang dikembangkan untuk memperluas pasar hasil perikanan bagi masyarakat pesisir.
Kabupaten Asahan memiliki garis pantai sekitar 56 kilometer di Selat Malaka dan termasuk daerah dengan produksi perikanan tangkap terbesar di Sumatera Utara. Hingga September 2026, produksi perikanan tangkap Asahan tercatat mencapai 50.658 ton. Potensi tersebut menopang usaha pengolahan hasil laut yang menggunakan bahan baku dari nelayan setempat.












